SurahAli Imran Arab, Latin dan Terjemahan - Surah Ali Imran termasuk kedalam golongan surat-surat Madaniyyah dan merupakan surat ke 3 dari Al Quran yang terdiri atas 200 Ayat. Surat ini dinamakan Ali 'Imran karena menceritakan kisah keluarga 'Imran. Surah Ali Imran. Pokok isi kandungan dalam Surah Ali Imran diantaranya ialah tentang keimanan
38. هُنَالِكَ (Di sanalah) Yakni Zakariya berdo'a di tempat tersebut sambil berdiri di sisi Maryam berharap di karuniai keturunan yang baik, karena ia merasa bahwa barangsiapa yang mampu mendatangkan makanan untuk Maryam maka Dia juga mampu untuk mendatangkan seorang anak meski untuk orang yang mandul.
40 Zakariya berkata: "Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku telah sangat tua dan isteriku pun seorang yang mandul?." Berfirman Allah: "Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya." Artikel Terkait Surat Ali 'Imran Ayat 181, 182, 183, 184, 185 dan Artinya / Terjemahannya
Search Surah Index Pdf. Best Time to Recite 0261 - 2334189 / 2310196 Contoh LOA Jurnal Internasional Scopus doc Author: Administrator Created Date: 20111123180952Z Student theses Student theses.
38 (Di sanalah) artinya tatkala Zakaria melihat hal itu dan mengetahui bahwa Tuhan yang berkuasa mendatangkan sesuatu bukan pada waktu yang semestinya pasti akan mampu pula mendatangkan anak keturunan dalam usia lanjut karena kaum keluarganya telah hampir musnah (maka Zakaria pun berdoa kepada Tuhannya) yakni ketika ia memasuki mihrab untuk
BacaanSurat Al 'Imran Arab, Latin, dan Terjemahan Artinya (Tafsir) Bahasa Indonesia. Surah ke 3 dalam Al-Quran • 200 Ayat • Surat Madaniyah Surah Ali 'Imran Ayat 38. Surah Ali 'Imran Ayat 40.
AbTTi5.
Tafsir Jalalayn Tafsir Quraish Shihab Diskusi Di sanalah artinya tatkala Zakaria melihat hal itu dan mengetahui bahwa Tuhan yang berkuasa mendatangkan sesuatu bukan pada waktu yang semestinya pasti akan mampu pula mendatangkan anak keturunan dalam usia lanjut karena kaum keluarganya telah hampir musnah maka Zakaria pun berdoa kepada Tuhannya yakni ketika ia memasuki mihrab untuk salat di tengah malam katanya, "Tuhanku! Berilah aku dari sisi-Mu keturunan yang baik maksudnya anak yang saleh sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan mengabulkan doa." permohonan. Ketika melihat karunia yang diberikan kepada Maryam, Zakariyyâ menghadapkan diri kepada Allah seraya memohon agar dikaruniai anak, atas karunia dan kekuasaan-Nya. Sungguh Allah mendengar doa orang-orang yang mengakui kelemahannya dan Mahakuasa untuk mengabulkan doanya, walaupun faktor ketuaannya atau kemandulan istrinya tidak memungkinkan hal itu. Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir Admin Submit 2015-04-01 021331 Link sumber Saat Zakariyya melihat keistimewaan yang diberikan Allah kepada Maryam dengan diberikan rezeki dan karunia-Nya. Yang baik akhlak dan adabnya.
قَالَ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَقَدْ بَلَغَنِيَ الْكِبَرُ وَامْرَأَتِي عَاقِرٌ ۖ قَالَ كَذَٰلِكَ اللَّهُ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ Zakariya berkata "Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku telah sangat tua dan isteriku pun seorang yang mandul?". Berfirman Allah "Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya". Ingin rezeki berlimpah dengan berkah? Ketahui rahasianya dengan Klik disini! Tafsir Jalalayn Tafsir Quraish Shihab Diskusi Kata Zakaria, "Wahai Tuhanku! Betapa aku akan mendapatkan anak atau putra sedangkan aku sudah sangat tua maksudnya aku telah hampir mencapai akhir usiaku, yakni 120 tahun dan istriku pun seorang yang mandul." usianya sudah 98 tahun. Firman Allah, soalnya "Demikianlah Allah menciptakan seorang anak laki-laki dari kamu berdua Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya." karena tidak ada suatu pun yang tidak disanggupi-Nya. Untuk membuktikan kekuasaan besar ini Zakaria diilhami-Nya pertanyaan untuk dijawab. Tatkala dirinya sudah amat rindu untuk bertemu dengan anak yang diberitakan itu. Setelah mendengar kabar gembira, Zakariyyâ kembali menghadapkan diri kepada Allah. Ia ingin sekali mengetahui proses kelahiran anak itu, mengingat usianya yang telah lanjut dan istrinya yang mandul. Allah menanggapi keingintahuan Zakariyyâ itu dengan penjelasan bahwa jika Allah berkehendak menciptakan sesuatu, Dia akan menciptakan faktor penyebabnya atau menciptakannya tanpa faktor penyebab. Allah bebas melakukan apa saja yang Dia kehendaki. Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir
هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُۥۖ قَالَ رَبِّ هَبۡ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةٗ طَيِّبَةًۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِHunaaalika da’aa Zakariyyaa Rabbahoo qaala Rabbi hab lee mil ladunka zurriyyatan taiyibatan innaka samee’ud du’aaa’ Ala-Maududi 338 Then Zechariah prayed to his Lord O Lord! Grant me from Yourself out of Your grace the gift of a goodly offspring, for indeed You alone heed all Prayers.’[37] 37. Until then Zechariah had no issue. The sight of this pious young girl made him yearn for a child just as virtuous and devout. When he saw that God sent food to her, by dint of His limitless power, he felt hopeful that God might also bless him with issue, despite his old age. Ibn-Kathir 38. At that time Zakariyya invoked his Lord, saying “O my Lord! Grant me from You, a good offspring. You are indeed the All-Hearer of invocation.” 39. Then the angels called him, while he was standing in prayer in the Mihrab, saying “Allah gives you glad tidings of Yahya, believing in the Word from Allah, and Sayyidan, and Hasuran, a Prophet, from among the righteous.” 40. He said “O my Lord! How can I have a son when I am very old, and my wife is barren” Allah said “Thus Allah does what He wills.” 41. He said “O my Lord! Make a sign for me.” Allah said “Your sign is that you shall not speak to the people for three days except by signals. And remember your Lord much, and glorify Him in the afternoon and in the morning.” The Supplication of Zakariyya, and the Good News of Yahya’s Birth When Zakariyya saw that Allah provided sustenance for Maryam by giving her the fruits of winter in summer and the fruits of summer in winter, he was eager to have a child of his own. By then, Zakariyya had become an old man, his bones feeble and his head full of gray hair. His wife was an old women who was barren. Yet, he still supplicated to Allah and called Him in secret, ﴿رَبِّ هَبْ لِى مِن لَّدُنْكَ﴾ O my Lord! Grant me from Ladunka, from You, ﴿ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً﴾ A good offspring meaning, a righteous offspring, ﴿إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَآءِ﴾ You are indeed the All-Hearer of invocation. Allah said, ﴿فَنَادَتْهُ الْمَلَـئِكَةُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّى فِى الْمِحْرَابِ﴾ Then the angels called him, while he was standing in prayer in the Mihrab, meaning, the angels spoke to him directly while he was secluded, standing in prayer at his place of worship. Allah told us about the good news that the angels delivered to Zakariyya, ﴿أَنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَـى﴾ Allah gives you glad tidings of Yahya, of a child from your offspring, his name is Yahya. Qatadah and other scholars said that he was called Yahya literally, `he lives’ because Allah filled his life with faith. Allah said next, ﴿مُصَدِّقاً بِكَلِمَةٍ مِّنَ اللَّهِ﴾ believing in the Word from Allah Al-`Awfi reported that Ibn `Abbas said, and also Al-Hasan, Qatadah, `Ikrimah, Mujahid, Abu Ash-Sha`tha, As-Suddi, Ar-Rabi` bin Anas, Ad-Dahhak, and several others said that the Ayah, ﴿مُصَدِّقاً بِكَلِمَةٍ مِّنَ اللَّهِ﴾ believing in the Word from Allah means, “Believing in `Isa, son of Maryam.” Abu Al-`Aliyah, Ar-Rabi` bin Anas, Qatadah and Sa`id bin Jubayr said that Allah’s statement, ﴿وَسَيِّدًا﴾ And Sayyidan means, a wise man. Ibn `Abbas, Ath-Thawri and Ad-Dahhak said that Sayyidan means, “The noble, wise and pious man.” Sa`id bin Al-Musayyib said that Sayyid is the scholar and Faqih. `Atiyah said that Sayyid is the man noble in behavior and piety. `Ikrimah said that it refers to a person who is not overcome by anger, while Ibn Zayd said that it refers to the noble man. Mujahid said that Sayyidan means, honored by Allah. Allah’s statement, ﴿وَحَصُورًا﴾ And Hasuran does not mean he refrains from sexual relations with women, but that he is immune from illegal sexual relations. This does not mean that he does not marry women and have legal sexual relations with them, for Zakariyya said in his supplication for the benefit of Yahya, ﴿هَبْ لِى مِن لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً﴾ Grant me from You, a good offspring, meaning, grant me a son who will have offspring, and Allah knows best. Allah’s statement, ﴿وَنَبِيًّا مِّنَ الصَّـلِحِينَ﴾ A Prophet, from among the righteous delivers more good news of sending Yahya as Prophet after the good news that he will be born. This good news was even better than the news of Yahya’s birth. In a similar statement, Allah said to the mother of Musa, ﴿إِنَّا رَآدّوهُ إِلَيْكِ وَجَـعِلُوهُ مِنَ الْمُرْسَلِينَ﴾ Verily, We shall bring him back to you, and shall make him one of the Messengers. ﴿287﴾ When Zakariyya heard the good news, he started contemplating about having children at his age. He said, ﴿قَالَ رَبِّ أَنَّى يَكُونُ لِي غُلَـمٌ وَقَدْ بَلَغَنِي الْكِبَرُ وَامْرَأَتِى عَاقِرٌ قَالَ﴾ “O my Lord! How can I have a son when I am very old, and my wife is barren” He said… meaning the angel said, ﴿كَذَلِكَ اللَّهُ يَفْعَلُ مَا يَشَآءُ﴾ “Thus Allah does what He wills.” meaning, this is Allah’s matter, He is so Mighty that nothing escapes His power, nor is anything beyond His ability. ﴿قَالَ رَبِّ اجْعَل لِّى ءَايَةً﴾ He said “O my Lord! Make a sign for me” meaning make a sign that alerts me that the child will come, ﴿قَالَ ءَايَتُكَ أَلاَّ تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلَـثَةَ أَيَّامٍ إِلاَّ رَمْزًا﴾ Allah said “Your sign is that you shall not speak to the people for three days except by signals.” meaning, you will not be able to speak except with signals, although you are not mute. In another Ayah, Allah said, ﴿ثَلَـثَ لَيَالٍ سَوِيّاً﴾ For three nights, though having no bodily defect. ﴿1910﴾ Allah then commanded Zakariyya to supplicate, thank and praise Him often in that condition, ﴿وَاذْكُر رَّبَّكَ كَثِيرًا وَسَبِّحْ بِالْعَشِىِّ وَالإِبْكَـرِ﴾ And remember your Lord much and glorify Him in the afternoon and in the morning. We will elaborate more on this subject in the beginning of Surah Maryam chapter 19, Allah willing.
Home QS. Ali 'Imran Ayat 38 هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهٗ ۚ قَالَ رَبِّ هَبۡ لِىۡ مِنۡ لَّدُنۡكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيۡعُ الدُّعَآءِ Hunaaalika da'aa Zakariyyaa Rabbahuu qoola Rabbi hab lii mil ladunka zurriyyatan taiyibatan innaka samii'ud du'aaa' Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, "Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa." Juz ke-3 Tafsir Demi melihat keistimewaan Maryam dan nilai keberkahan mihrab tersebut, Zakaria menjadikan tempat yang diberkahi itu untuk memohon seorang anak kepada Allah. Di sanalah, di mihrab tempat Maryam beribadah itu, Zakaria berdoa kepada Tuhannya, dengan penuh kekhusyukan dan keyakinan. Dia berkata," Ya Tuhanku, melalui keberkahan mihrab ini, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, karena aku sendiri tidak tahu bagaimana caranya. Yang aku tahu sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa setiap hamba yang memohon kepada-Mu." Pada ayat yang lalu telah diceritakan perihal keluarga Imran, maka pada ayat ini dipaparkan cerita seputar keluarga Zakaria, di antara keduanya terjalin hubungan yang sangat erat, dalam rangka mengemukakan keutamaan keluarga Imran. Tatkala Zakaria melihat kemuliaan dan martabat yang begitu tinggi pada Maryam di hadapan Allah, timbullah keinginannya untuk mempunyai seorang anak serupa dengan Maryam dalam kecerdasan dan kemuliaannya di sisi Allah. Walaupun Zakaria mengetahui bahwa istrinya adalah seorang perempuan yang mandul dan sudah tua, namun dia tetap mengharapkan anugerah dari Allah. Di dalam mihrab tempat Maryam beribadah, Zakaria memanjatkan doa kepada Allah, semoga Dia berkenan menganugerahkan kepadanya seorang keturunan yang saleh, dan taat mengabdi kepada Allah. Doa yang timbul dari lubuk hati yang tulus dan penuh kepercayaan kepada kasih sayang Allah yang Maha Mendengar dan memperkenankan segala doa, maka segera doanya dikabulkan Allah. sumber Keterangan mengenai QS. Ali 'ImranSurat Ali 'Imran yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat Madaniyyah. Dinamakan Ali 'Imran karena memuat kisah keluarga 'Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam a. s., kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri 'Imran, ibu dari Nabi Isa Surat Al Baqarah dan Ali 'Imran ini dinamakan Az Zahrawaani dua yang cemerlang, karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad dan sebagainya.
surat ali imran ayat 38 40