Jelasada beberapa faktor yang mempengaruhinya, yaitu: Faktor-faktor yang mendorong. Kontak dengan kebudayaan lain. Sistem pendidikan yang maju. Sikap menghargai hasil karya orang lain dan harapan untuk maju. Toleransi pada perbuatan menyimpang. Sistem lapisan masyarakat yang terbuka. Penduduk yang heterogen.
1 Kearifan lokal adalah sebuah pengalaman panjang, yang diendapkan sebagai petunjuk perilaku seseorang; 2. Kearifan lokal tidak lepas dari lingkungan pemiliknya; 3. Kearifan lokal itu bersifat dinamis, lentur, terbuka, dan senantiasa menyesuaikan dengan zamannya.
PengertianGeopolitik. Geopolitik adalah studi tentang pengaruh kondisi dasar geografi, khususnya permukaan bumi (manusia dan fisik) pada politik dan hubungan internasional. Meskipun geopolitik biasanya mengacu pada negara dan hubungan di antara mereka, geopolitik juga dapat berfokus pada dua jenis negara lainnya, yaitu negara merdeka de facto
MakalahManusia Dan Lingkungan Hidup. Alam yang indah dan lestari adalah suatu dambaan umat manusia. Alam yang indah dan lestari merupakan jaminan bagi kelangsungan hidup manusia dan segala lapisan kehidupan yang ada di dalamnya. Namun, kenyataan memperlihatkan bahwa alam sudah banyak mengalami kerusakan, bahkan sudah berada di ambang
Halini membentuk masyarakat dan membentuk sistem budaya pada umumnya dan membentuk cara hidup manusia. Keragaman Budaya Bangsa sebagai Identitas Nasional 8 Gambar 1.Bentuk Negara Negara Indonesia yang berupa kepulauan, menyebabkan adanya isolasi budaya, sehingga setiap pulau memiliki kebudayaan khas masing-maasing.
Berikutini, faktor penyebab keberagaman masyarkat sekitar yang ada di Indonesia untuk menjawab pertanyaan jelaskan penyebab keberagaman suku bangsa dan budaya di Indonesia: Letak strategis wilayah Indonesia. Indonesia berada di lokasi yang strategis, yaitu diantara dua Samudra Pasifik dan Samudra Indonesia.
7cekZx. Perkembangan Seni dan KebudayaanKemungkinan berkembangnya seni dan budaya dipengaruhi oleh 1 faktor internal, yaitu kreativitas manusia yang tumbuh dari dalam dirinya yang melahirkan ide-ide baru yang original. Berdasarkan kesadaran terhadap dirinya dan karena pengalaman hidupnya , maka manusia mampu menciptakan sesuatu yang baru secara berkelanjutan untuk kepentingan hidupnya; 2 faktor eksternal, yaitu faktor lingkungan hidup yang meliputi lingkungan alam dan lingkungan sosial budaya. Tantangan alam yang terlalu kuat, misalnya daerah yang sangat kering seperti di daerah gurun pasir, atau daerah yang sangat dingin seperti daerah kutub, menjadikan manusia tak terangsang untuk mecipta seni. Berbeda dengan orang-orang di daerah tropis dan sub tropis yang alamnya subur , apabila kebutuhan primer mereka sudah terpenuhi maka mereka ingin mendapatkan kesenangan dan rasa bahagia dari pengalaman estetik. Perkembangan kesenian biasanya didukung oleh kehidupan yang makmur sebab bagi orang-orang yang telah tercukupi kebutuhan biolgisnya, mereka pasti mempunyai dorongan untuk menikmati hasil sosial dan budayalah yang biasanya berpengaruh besar terhadap perkembangan seni dan budaya. Komunikasi sosial, baik komunikasi antarkelompok masyarakat maupun antarbangsa menjadikan perkembangan seni dan budaya lebih efesien. Sejarah menunjukkan bahwa kedatangan Ras Palae Mongoloid secara bergelombang dengan membawa peradaban yang lebih tinggi itu mengembangkan seni dan budaya kelompok-kelompok masyarakat yang ada di Indonesia. Orang-orang Mongoloid memperkenalkan bentuk masyarakat dusun dengan seorang kepada dusun. Mereka membuat pondok- pondok dengan bahan kayu untuk tempat tinggal. Mereka membuat bentuk-bentuk bangunan pokok, kemudian dikembangkan menurut kebutuhan dan diserasikan dengan lingkungan alamnya. Dinding pondok dihiasi dengan corak dekoratif yang indah. Motif hias yang mereka pilih berdasarkan lingkungan alam sekitar, yaitu flora dan fauna, serta motif-motif geometrik berdasarkan kreativitas zaman Neolithikum penduduk melayu purba mengenal logam, kemudian mengambil alih kebudayaan Tiongkok yang disebut kebudayaan Dongson. Mereka membuat barang-barang seni dari bahan perunggu seperti kapak sepatu, yaitu alat untuk bertani atau sebagai pusaka, cincin untuk perhiasan busana, mata uang untuk kepentingan upacara keagamaan. Masuknya agama Hindu pada abad ke IV mempengaruhi peradaban bangsa Indonesia. Akulturasi antara kebudayaan asli dengan kebudayaan Hindu mempercepat laju perkembangan seni dan budaya arus informasi dan cepatnya komunikasi antarbudaya mengakibatkan revolusi kebudayaan. Menurut Tolstoy, seni adalah kegiatan manusia yang dilakukan secara sadar dengan perantaraan tanda-tanda lahiriah tertentu untuk menyampaikan perasaan-perasaan yang telah dihayatinya kepada orang lain sehingga mereka kejangkitan perasaan ini dan juga mengalaminya. Dengan kata lain seni sebagai komunikasi dari pencipta kepada orang baru di bidang teknologi komunikasi yang canggih dengan media elektronika serta satelit memberikan kemudahan dan percepatan penyebaran karya seni dan budaya baru dari suatu tempat ke seluruh pelosok dunia dan menjadikan transformasi budaya yang sangat pesat, sehingga mempertinggi dan memperbaiki derajat tranformasi itu karena adanya pengaruh dari budaya yang kuat terhadap budaya yang lemah. Pengaruh itu dapat menguntungkan, namun ada yang merugikan apabila budaya yang kuat itu tidak sesuai dengan jatidiri yang dipengaruhi. Oleh karena itu dalam menerima pengaruh budaya asing sebagai usaha memajukan dan mengembangkan budaya sendiri kita harus memperkokoh jatidiri yang berpedoman pada Pancasila. Nilai-nilai Pancasila harus menjadi arah untuk memajukan budaya wujud kebudayaan yang menyiratkan nilai-nilai Pancasila tidak lain adalah kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan daerah tradisi di seluruh Indonesia. Khususnya dalam bidang kesenian nilai-nilai Pancasila sebagai jatidiri bangsa tersirat di dalam kesenian daerah atau kesenian tradisional. Dengan demikian pengembangan kesenian Indonesia harus mengakar pada kesenian tradisional yang hidup di daerah-daerah.
Perkembangan Seni Budaya Nusantara- Kali ini kita akan membahas bagaimana perkembangan Seni Budaya Nusantara di Indonesia ini dari masa ke masa. Simak sampai selesai ya ! HeheContents1 Perkembangan Seni Budaya Nusantara2 Perkembangan Seni Rupa Zaman Zaman Zaman Zaman Indonesia Baru3 Perkembangan Seni Musik Zaman Zaman Zaman Zaman Zaman Kini4 Perkembangan Seni Tari di Masa Masa Masa Masa Kemerdekaan Hingga Saat Ini5 tentang seni budaya di tanah Nusantara, hal yang harus pertama kita sadari adalah bagaimana sebenarnya perkembangan budaya ini dari masa ke masa sehingga bisa menjadi seperti sekarang yang sangat tentunya dalam artikel ini kita akan bahas semua bagaimana sih sebenarnya proses perkembangan seni budaya dari masa ke masa di tanah Nusantara ini. Mari simak point per point nya di bawah ini ya! 🙂Perkembangan Seni Rupa NusantaraSejarah mencatat, dunia seni rupa muncul dan berkembang seiring perjalanan hidup manusia yakni sejak dari zaman batu, zaman klasik, dan zaman indonesia baru. Berikut penjelasannyaZaman Batu perkembangan di zaman batu sendiri terbagi menjadi beberapa penemuan yaituZaman Batu Tua PaleolithikumhPada hakikatnya manusia praaksara di zaman dahulu mulai memahami seni rupa, yaitu dengan ditemukannya lukisan kuno di gua leang leang sulawesi selatan berupa telapak tangan dan tubuh zaman ini juga sudah mulai tercipta karya seni yang memiliki fungsi pakai, yang bisa membantu dalam kehidupannya seperti membuat kapak genggam. benda ini ditemukan di beberapa tempat sepertiPacitan Jawa Timur.Parigi Sulawesi.Gombong Jawa Tengah.SukabumiJawa Barat.Zaman Batu Tengah MezolithikumPada zaman ini, mulai ada perkembangan dengan ditemukannya bukti beberapa temuan sepertiUjung alat dari tanduk Batu Muda NeolithikumPada zaman ini seni rupa mulai berkembang dengan ditemukannya beberapa bukti adanya kapak lonjong dan persegi itu ditemukan di beberapa tempat yakni Lahat, Bogor, Sukabumi, Karawang, Pacitan, Tasikmalaya dan Lereng Gunung Ijen. Dan kapak lonjong ditemukan di Papua, Minahasa, Serawak, dan Kepulauan itu di zaman ini seni rupa lebih maju dengan di temukannya tembikar dari tanah liat yang sudah diberi motif hiasan yang bersifat magis sepertiPerhiasan dari dari kulit Batu Besar megalithikumPada periode ini mulai dibangun beberapa monumen monumen batu sebagai upacara keagamaan yang memiliki nilai seni. Berikut diantaranyaDolmen Yaitu sejenis meja dari batu berukuran besar yang fungsinya untuk meletakkan sesaji diatasnya dan juga sebagai tanda bahwa dibawahnya ada berundak Yaitu berupa sebuah batu yang disusun berundak menyerupai candi dan arca batu atau sarcophagus Yaitu sejenis peti dari batu untuk menyimpan orang Yaitu berupa sebuah bangunan yang menyerupai tubuh sebagai tanda bersemayamnya roh-roh dan kekuatan ghaib, menurut kepercayaan Logam adalah zaman yang mengalami peningkatan dalam bidang karya seni, karena manusia sudah mulai bisa menciptakan berbagai benda dari bahan logam. Pada zaman ini ditandai masuknya kebudayaan Indo-China ke Indonesia sekitar 500 sebelum pada zaman ini yaitu berupa kapak perunggu, genderang perunggu, dan benda hias dari klasik adalah periode kerajaan-kerajaan di Nusantara, dimana zaman tersebut dikelompokkan menjadi dua, yaitu masa Hindu-Budha dan masa perkembangan masa kerajaan Hindu-Budha seni rupa Nusantara berkembang pesat dengan bukti temuan beberapa candi-candi di wilayah Nusantara, sepertiCandi ratu candi-candi pada masa kerajaan islam banyak meninggalkan seni bangunan sepertiMasjid dan danRagam hias bercorak Prambanan adalah peninggalan seni rupa di masa zaman Indonesia periode ini seni rupa Nusantara mulai dipengaruhi oleh budaya barat, karena masa ini negeri kita dijajah oleh kolonialisme barat, kolonialisme Jepang sampai masa kemerdekaan. Pada zaman Indonesia baru, seni rupa dibagi menjadi sebagai berikutMasa Cita seni rupa Seni Musik situs sipintar, seni musik di negeri kita itu sudah ada sejak zaman prasejarah dulu, jadi bukan hanya di zaman modern saja. Pada pembahasan kali ini kalian akan mempelajari mengenai perkembangan seni musik Nusantara sejak awal kemunculannya sampai saat ini. Berikut penjelasannyaZaman musik Nusantara masa prasejarah tersebut dapat kita lihat dari dua arus imigrasi besar pada masa tersebut, yaituImigrasi Pra-MelayuImigrasi Pra-Melayu ini terjadi antara tahun 2500 dan 1500 SM. pada saat itu terjadi perpindahan bangsa dari Asia Tengah ke Asia Tenggara. Imigran tersebut membawa keahlian dan berbagai unsur dari Kaukasus dan Mongolia seperti kesenian kebudayaan bambu serta teknik pengolahan imigran Pra-Melayu tersebut memperkenalkan alat tiup bernama Proto-MelayuImigrasi Proto-Melayu pada zaman perunggu yaitu sekitar abad ke-4 SM. Pada masa ini alat musik dibuat dari bahan logam. Saat itu diperkirakan sudah diciptakan alat musik gong, karena di temukan alat musik gong dari perunggu pada tahun Buddha masuk ke pulau Indonesia di wilayah Sumatera pada awal abad ke-7 Masehi. Pada masa penyebaran Hindu-Buddha tersebut berkembang berupa seni musik dan tari, arsitektur dan seni rupa. Di masa ini juga muncul tangga nada slendro, dalam nada slendro ini satu oktaf dibagi dalam interval yang sama 6/5 dari sekon besar.Pada masa Hindu-Buddha ini seni musik dan budaya Nusantara sangat dipengaruhi oleh drama Hindu dalam bahasa sansekerta musik masa Islam diawali sejak kerajaan Demak berdiri pada tahun 1500-1546. Bersamaan masuknya agama Islam masuk pula alat musik Arab sepertiRebanaReabaGambusGambus adalah sejenis alat musik perpaduan antara gitar atau mandolin, biola, akordeon, gendang, seruling, masa ini, kaum kolonialisme memperkenalkan sistem solmisasi dalam berbagai karya lagu. Sehingga masa itu walaupun negeri kita dijajah dan menderita namun dalam bidang seni musik mengalami perkembangan pada saat itu mereka mulai memperkenalkan berbagai alat musik dari negeri mereka seperti cello. flute. masa ini juga para musisi Nusantara menciptakan sajian musik yang merupakan perpaduan musik Barat dan musik Indonesia dan dikenal sebagai musik Indonesia merdeka, maka perkembangan teknologi musik Nusantara semakin berkembang dengan pesat. Banyak aliran musik luar negeri baik Asia dan Eropa masuk ke tanah air, seperti kemajuan bidang seni musik Nusantara maka pemerintah mendirikan institusi seni sepertiSekolah Musik Indonesia kemudian AMI, sekarang ISI,Yayasan Pendidikan Musik YMI di Musik kemudian IKIP, sekarang UP di beberapa kota besar seperti Yogyakarta, Malang, Bandung, dan Seni Tari di tari sudah dikenal masyarakat Indonesia semenjak jaman prasejarah. Bahkan jauh sebelum masuk dan berkembangnya kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia tarian telah dilakukan oleh masyarakat prasejarah. Berikut perkembangannya dari masa ke PrasejarahPada masa ini penduduk nusantara telah mengenal aliran kepercayaan animisme dan dinamisme. Seni gerak berirama yang kerap dilakukan dalam berbagai acara oleh masyarakat prasejarah juga disebut sebagai upacara adat guna berdoa dalam pengharapan. Adapun berbagai tarian yang disinyalir dikenal oleh masyarakat prasejarah yaituTari prasejarah adalah zaman sebelum sebelum masyarakat di Indonesia mengenal Hindu-BudhaPada masa masuk dan berkembangnya agama Hindu dan Budha perkembangan tari di Indonesia juga mengalami peningkatan. Selain digunakan sebagai metode pemujaan, tarian pada masa Hindu-Budha juga kerap disajikan dalam mengajarkan nilai-nilai kehidupan kepada contoh tarian pada masa kebudayaan Hindu-Budha yang hingga kini masih terjaga kelestarian nya antara lain sebagai berikutTari Topeng Wayang IslamPada masa ini perkembangan seni tari di Indonesia memang sedikit banyak mengalami perubahan meskipun tidak secara menyeluruh. Selain hal tersebut di atas, pada masa islam kostum dan busana yang dikenakan oleh penari perlahan dimodifikasi agar lebih tertutup dan meminimalisir tampaknya aurat para penarinya. Sebagian lagi syair dan musik pengiring ada pula yang diganti lebih contoh tarian pada masa perkemangan islam di Indonesia ialahTari mengenal jenis tarian yang ada di Sulawesi Selatan, cari tahu di artikel kami kebudayaan Sulawesi Kemerdekaan Hingga Saat IniSekian lama tidak ada perkembangan akibat masa penjajahan dunia seni Indonesia khususnya seni tari kembali cerah setelah masa ini terbukti dengan banyaknya seniman tari bermunculan, kreatifitas-kreatifitas tak terbatas membuat jenis kesenian yang mengutamakan gerak tubuh ini berkembang cukup masa ini seni tari tak lagi sekedar ritual adat dan keagamaan semata, tetapi keberadaannya telah meluas sebagai hiburan masyarakat dalam berbagai acara baik acara formal maupun non demikianlah perkembangan seni budaya di Nusantara ini dari masa ke masa, semoga bisa bermanfaat untuk kalian semuanya. Terimakasih. 🙂
jelaskan pengaruh faktor lingkungan alam bagi perkembangan seni budaya nusantara – Seni Budaya Nusantara adalah sebuah refleksi dari peradaban yang berkembang di masyarakat Indonesia. Seni dan budaya yang menjadi ciri khas dari peradaban Indonesia ini berasal dari berbagai budaya yang ada, yang kemudian menjadi salah satu identitas yang paling khas dari masyarakat Indonesia. Faktor lingkungan alam juga merupakan salah satu hal yang ikut berpengaruh pada perkembangan seni budaya nusantara. Lingkungan alam tidak hanya memberikan berbagai macam sumber daya, tetapi juga mempengaruhi berbagai aspek kehidupan seperti gaya hidup, tradisi, dan seni budaya. Pengaruh faktor lingkungan alam ini diharapkan dapat membantu memahami bagaimana seni budaya nusantara berkembang dan berubah seiring dengan perubahan lingkungan alam. Oleh karena itu, artikel ini akan menjelaskan pengaruh faktor lingkungan alam bagi perkembangan seni budaya nusantara. Seni budaya Nusantara memiliki perkembangan yang sangat kompleks dan kaya akan berbagai macam tradisi. Seni budaya Nusantara memiliki ciri khas tersendiri yang mencerminkan suatu identitas nasional yang khas. Lingkungan alam merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan seni budaya nusantara. Lingkungan alam merupakan faktor yang tidak dapat dipisahkan dari seni budaya nusantara karena ia berperan dalam menentukan kualitas dan ciri khas seni budaya nusantara. Lingkungan alam juga berkontribusi pada perkembangan seni budaya nusantara dengan memberikan sumber daya dan bahan baku yang dapat digunakan untuk membuat seni dan budaya. Selain itu, lingkungan alam juga mempengaruhi gaya hidup dan tradisi masyarakat yang kemudian berpengaruh terhadap pengembangan seni budaya nusantara. Kita akan menjelaskan pengaruh faktor lingkungan alam bagi perkembangan seni budaya nusantara melalui berbagai contoh kehidupan masyarakat Indonesia. Contoh-contoh ini akan membantu kita untuk memahami bagaimana faktor lingkungan alam berperan dalam mempengaruhi perkembangan seni budaya nusantara. Dengan mempelajari pengaruh faktor lingkungan alam ini, kita dapat dengan mudah memahami bagaimana seni budaya Nusantara berkembang dan berubah seiring dengan perubahan lingkungan alam. Oleh karena itu, artikel ini akan mengupas lebih dalam tentang pengaruh faktor lingkungan alam bagi perkembangan seni budaya nusantara. Artikel ini akan menjelaskan bagaimana faktor lingkungan alam mempengaruhi perkembangan seni budaya nusantara, serta bagaimana lingkungan alam menjadi salah satu faktor yang tidak dapat dipisahkan dari seni budaya nusantara. Selain itu, artikel ini juga akan menyajikan contoh-contoh kehidupan masyarakat Indonesia yang menggambarkan bagaimana faktor lingkungan alam berpengaruh terhadap perkembangan seni budaya nusantara. Semoga dengan membaca artikel ini, kita dapat menghargai dan menghormati seni budaya nusantara yang begitu kaya dan berharga. Daftar Isi1 Penjelasan Lengkap jelaskan pengaruh faktor lingkungan alam bagi perkembangan seni budaya Pengaruh Faktor Lingkungan Alam bagi Perkembangan Seni Budaya Nusantara 1. Lingkungan alam merupakan faktor yang tidak dapat dipisahkan dari seni budaya nusantara karena ia berperan dalam menentukan kualitas dan ciri khas seni budaya 2. Lingkungan alam menyediakan sumber daya dan bahan baku yang dapat digunakan untuk membuat seni dan 3. Lingkungan alam mempengaruhi gaya hidup dan tradisi masyarakat yang kemudian berpengaruh terhadap pengembangan seni budaya 4. Dengan mempelajari pengaruh faktor lingkungan alam, kita dapat dengan mudah memahami bagaimana seni budaya Nusantara berkembang dan berubah seiring dengan perubahan lingkungan 5. Artikel ini akan menyajikan contoh-contoh kehidupan masyarakat Indonesia yang menggambarkan bagaimana faktor lingkungan alam berpengaruh terhadap perkembangan seni budaya nusantara. Pengaruh Faktor Lingkungan Alam bagi Perkembangan Seni Budaya Nusantara Pengaruh Faktor Lingkungan Alam bagi Perkembangan Seni Budaya Nusantara merupakan salah satu faktor yang paling berpengaruh dalam menentukan karakteristik seni dan budaya Nusantara. Faktor lingkungan alam dapat mempengaruhi seni dan budaya di Nusantara secara luas. Secara umum, faktor lingkungan alam dapat mempengaruhi perkembangan seni budaya Nusantara melalui aspek geografi, kondisi iklim, dan keanekaragaman hayati. Pertama, aspek geografi dapat mempengaruhi perkembangan seni budaya Nusantara. Wilayah yang terbentang luas, seperti Indonesia yang terdiri dari berbagai pulau yang terpisah, menciptakan beragam budaya yang unik. Hal ini disebabkan budaya-budaya tersebut terbentuk karena keterpisahan masing-masing pulau dan keterbatasan akses transportasi. Kedua, kondisi iklim juga mempengaruhi perkembangan seni budaya Nusantara. Di Indonesia, iklim tropis mempengaruhi bagaimana musik, tarian, dan seni rupa dikembangkan. Beberapa contoh seni budaya yang terkenal di Nusantara, seperti tarian Saman dari Aceh, tarian Reog Ponorogo dari Jawa Timur, dan tarian Tor-Tor dari Sumatera Utara, semuanya memiliki koreografi yang unik dan mencerminkan kondisi iklim tropis. Ketiga, keanekaragaman hayati juga berpengaruh terhadap perkembangan seni budaya Nusantara. Aneka ragam hewan, tumbuhan, dan ikan yang tersedia di Indonesia telah menjadi inspirasi bagi para seniman untuk menciptakan berbagai macam seni rupa yang berbeda. Selain itu, berbagai jenis tanaman juga telah menginspirasi berbagai cara dan teknik membuat kerajinan tangan yang unik. Secara keseluruhan, faktor lingkungan alam yang cukup kompleks telah berpengaruh terhadap perkembangan seni budaya Nusantara. Perbedaan geografis, iklim, dan keanekaragaman hayati telah menginspirasi para seniman untuk menciptakan berbagai macam seni budaya yang unik, khas, dan menarik. Hal ini menjadikan seni budaya Nusantara merupakan salah satu yang paling beragam di dunia. 1. Lingkungan alam merupakan faktor yang tidak dapat dipisahkan dari seni budaya nusantara karena ia berperan dalam menentukan kualitas dan ciri khas seni budaya nusantara. Lingkungan alam merupakan faktor yang tidak dapat dipisahkan dari seni budaya Nusantara. Hal ini karena ia berperan dalam menentukan kualitas dan ciri khas seni budaya Nusantara. Faktor lingkungan alam berupa iklim, vegetasi, hidrologi dan geologi berpengaruh pada perkembangan seni budaya Nusantara. Pengaruh iklim dalam lingkungan alam adalah salah satu faktor yang cukup berpengaruh dalam perkembangan seni budaya Nusantara. Iklim yang berbeda di setiap wilayah mengakibatkan perbedaan jenis budaya yang berkembang. Misalnya di daerah yang lebih dingin, para penduduk akan lebih memilih budaya yang membuat mereka tetap hangat, sedangkan di daerah yang lebih panas, budaya yang membuat mereka tetap segar menjadi lebih populer. Selain itu, vegetasi juga berpengaruh besar terhadap ciri khas seni budaya Nusantara. Jenis vegetasi yang berbeda akan mempengaruhi jenis budaya yang akan berkembang di wilayah tersebut. Di wilayah yang subur dengan pohon-pohonan, penduduknya akan lebih memilih budaya yang berhubungan dengan tanaman dan alam. Di wilayah yang kurang subur, penduduknya akan lebih memilih budaya yang berhubungan dengan perburuan. Hidrologi juga berpengaruh besar terhadap seni budaya Nusantara. Di wilayah yang memiliki sungai yang luas, budaya yang berhubungan dengan sungai akan lebih populer di sana. Misalnya, di Sumatera Utara, budaya yang berhubungan dengan perahu dan nelayan menjadi ciri khas wilayah tersebut. Geologi juga berpengaruh besar terhadap perkembangan seni budaya Nusantara. Di wilayah yang kaya akan sumber daya mineral, penduduknya akan mengembangkan budaya yang berhubungan dengan pertambangan. Di wilayah yang kaya akan sumber daya alam lainnya, budaya yang berhubungan dengan kegiatan berburu dan menangkap hewan akan lebih populer. Kesimpulannya, lingkungan alam memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan seni budaya Nusantara. Lingkungan alam seperti iklim, vegetasi, hidrologi dan geologi telah membentuk berbagai ciri khas seni budaya di wilayah Nusantara. Faktor lingkungan alam ini menjadi salah satu alasan mengapa seni budaya Nusantara begitu beragam dan menarik. 2. Lingkungan alam menyediakan sumber daya dan bahan baku yang dapat digunakan untuk membuat seni dan budaya. Lingkungan alam menyediakan sumber daya dan bahan baku yang dapat digunakan untuk membuat seni dan budaya. Hal ini merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi perkembangan seni dan budaya di Nusantara. Sumber daya alam, seperti tanah, air, dan udara, memberikan bahan baku yang dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis seni dan budaya. Tanah, misalnya, dapat digunakan untuk membuat patung, lukisan, dan seni rupa lainnya. Air juga dapat digunakan untuk membuat kerajinan tangan, seperti kerajinan perak dan kerajinan kayu. Selain itu, bahan baku lain yang diperoleh dari alam juga dapat digunakan untuk membuat seni dan budaya. Seperti bambu yang digunakan untuk membuat wayang golek atau tari-tarian. Bambu juga dapat digunakan untuk membuat kerajinan kayu, seperti patung, dan bahkan alat musik. Selain bambu, bahan baku lain seperti kayu, sutra, dan bahan kulit juga sering digunakan untuk membuat seni dan budaya. Tak hanya bahan baku, lingkungan alam juga menyediakan sumber daya lain yang dapat digunakan untuk membuat seni dan budaya. Seperti hewan, tumbuhan, dan binatang yang digunakan untuk membuat kostum tari, lukisan, dan patung. Selain itu, alam juga menyediakan bahan baku untuk membuat warna, seperti batu, tanah liat, dan bahan organik lainnya yang digunakan untuk menghasilkan warna-warna yang digunakan dalam seni dan budaya. Dengan demikian, faktor lingkungan alam merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi perkembangan seni dan budaya di Nusantara. Lingkungan alam menyediakan berbagai sumber daya dan bahan baku yang dapat digunakan untuk membuat seni dan budaya. Dengan adanya sumber daya alam ini, seniman dan budayawan dapat lebih mudah untuk menghasilkan berbagai karya seni dan budaya yang mencerminkan keanekaragaman alam Nusantara. 3. Lingkungan alam mempengaruhi gaya hidup dan tradisi masyarakat yang kemudian berpengaruh terhadap pengembangan seni budaya nusantara. Faktor lingkungan alam merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan seni budaya nusantara. Hal ini disebabkan karena lingkungan alam memiliki pengaruh yang kuat terhadap gaya hidup dan tradisi masyarakat setempat. Misalnya, gaya hidup masyarakat yang berada di daerah pantai cenderung lebih banyak berkaitan dengan kegiatan bersantai di pantai, seperti bermain ombak, berenang, dan sebagainya. Di sisi lain, masyarakat di daerah pegunungan cenderung mengutamakan aktivitas seperti berburu, berkebun, dan lainnya. Gaya hidup dan tradisi masyarakat ini dapat berdampak pada pengembangan seni budaya nusantara. Contohnya, para seniman di pantai akan cenderung menggambarkan keindahan alam pantai dalam karya-karyanya. Hal ini dapat dilihat dengan jelas dalam berbagai lukisan, patung, dan lainnya yang menggambarkan kehidupan di pantai. Demikian pula, seniman yang berada di daerah pegunungan akan cenderung menggambarkan keindahan alam pegunungan dalam karyanya. Selain itu, gaya hidup dan tradisi masyarakat juga berdampak pada pengembangan seni budaya nusantara secara spesifik. Contohnya, di beberapa daerah di Indonesia masyarakat menggunakan beragam alat musik tradisional. Beberapa alat musik ini akan berbeda dari daerah ke daerah, tergantung pada gaya hidup dan tradisi masyarakat setempat. Contohnya, di daerah Sumatera Utara ada alat musik tradisional yang disebut “Gondang”, sementara di daerah Sulawesi Selatan ada alat musik tradisional yang disebut “Kacapi”. Kesimpulannya, faktor lingkungan alam memiliki peran penting dalam pengembangan seni budaya nusantara. Gaya hidup dan tradisi masyarakat di suatu daerah cenderung akan mempengaruhi seni budaya yang berkembang di daerah tersebut. Hal ini dapat dilihat dari berbagai macam seni budaya yang ada di Indonesia, baik dalam bentuk lukisan, patung, alat musik, dan lainnya. 4. Dengan mempelajari pengaruh faktor lingkungan alam, kita dapat dengan mudah memahami bagaimana seni budaya Nusantara berkembang dan berubah seiring dengan perubahan lingkungan alam. Faktor lingkungan alam berperan penting dalam perkembangan seni budaya Nusantara. Faktor ini menyumbangkan banyak pengaruh dan juga membantu membentuk budaya dan seni di Nusantara. Pertama, kekayaan alam dan sumber daya yang berlimpah di Nusantara menyumbangkan pengaruh yang signifikan dalam perkembangan seni budaya Nusantara. Dari tanaman, binatang, dan segala sesuatu yang berasal dari alam, seniman dapat menciptakan karya yang indah dan menarik. Tanaman dan binatang juga menjadi salah satu sumber inspirasi bagi seniman dalam menciptakan karya seni. Kedua, iklim dan cuaca juga ikut mempengaruhi perkembangan seni budaya Nusantara. Iklim dan cuaca yang berubah sepanjang tahun membawa dampak yang berbeda terhadap seni budaya di Nusantara. Seniman dapat mengambil inspirasi dari perubahan cuaca dan iklim dan menerapkannya dalam karya seni mereka. Ketiga, kondisi geografis ikut berperan dalam perkembangan seni budaya Nusantara. Kebanyakan negara di Nusantara memiliki kebudayaan dan seni yang berbeda-beda karena kondisi geografis yang berbeda di setiap bagian Nusantara. Kondisi geografis seperti lautan, pegunungan, dan dataran tinggi turut mempengaruhi seni budaya di Nusantara. Keempat, dengan mempelajari pengaruh faktor lingkungan alam, kita dapat dengan mudah memahami bagaimana seni budaya Nusantara berkembang dan berubah seiring dengan perubahan lingkungan alam. Perubahan cuaca, iklim, dan kekayaan alam yang berubah sepanjang tahun membawa dampak yang berbeda terhadap seni budaya di Nusantara. Dengan mempelajari pengaruh faktor lingkungan alam, kita dapat memahami bagaimana seni budaya Nusantara berkembang dan berubah sepanjang waktu. Kesimpulannya, faktor lingkungan alam berperan penting dalam perkembangan seni budaya Nusantara. Kondisi cuaca, iklim, kekayaan alam, dan kondisi geografis telah mempengaruhi perkembangan seni budaya di Nusantara. Dengan mempelajari pengaruh faktor lingkungan alam, kita dapat memahami bagaimana seni budaya Nusantara berkembang dan berubah sepanjang waktu. 5. Artikel ini akan menyajikan contoh-contoh kehidupan masyarakat Indonesia yang menggambarkan bagaimana faktor lingkungan alam berpengaruh terhadap perkembangan seni budaya nusantara. Faktor lingkungan alam memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan seni budaya Nusantara. Lingkungan alam yang beragam dari pantai hingga pegunungan yang tinggi, serta laut yang luas dan lahan pertanian yang subur, memberikan berbagai kesempatan bagi orang untuk membangun tradisi budaya yang berbeda di setiap daerah. Juga, faktor iklim yang berbeda di masing-masing daerah, memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan seni budaya Nusantara. Kehidupan masyarakat Indonesia dari Sabang hingga Merauke menggambarkan bagaimana faktor lingkungan alam berpengaruh terhadap perkembangan seni budaya nusantara. Misalnya, di pulau Sumatra, orang-orang menciptakan sebuah budaya yang disebut “Masyarakat Adat Lampung”. Masyarakat ini menganut kepercayaan animisme yang mengajarkan bahwa setiap objek alam memiliki kekuatan roh dan kekuatan spiritual. Ini membuat masyarakat Lampung membuat berbagai macam upacara-upacara tradisional, seperti upacara kelahiran, upacara pernikahan dan upacara kematian. Upacara-upacara ini menggunakan berbagai macam benda alam, seperti kulit binatang, lemak hewan, tumbuhan, dan lain-lain. Hal ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan alam memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap budaya Lampung. Selain Lampung, di Pulau Jawa juga terdapat sebuah budaya yang bernama “Sanggar Seni”. Sanggar Seni adalah sebuah kelompok seniman yang menciptakan berbagai macam karya seni dan budaya, seperti tarian, musik, dan seni visual. Kelompok ini menggunakan berbagai macam bahan alam, seperti batu, kayu, dan bahan-bahan lainnya. Hal ini menggambarkan bagaimana faktor lingkungan alam memiliki pengaruh terhadap perkembangan seni budaya Nusantara. Kesimpulannya, faktor lingkungan alam memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan seni budaya Nusantara. Berbagai kelompok masyarakat di Indonesia memiliki budaya yang berbeda yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan alam. Dengan kekayaan budaya yang dimiliki oleh Indonesia, faktor lingkungan alam telah ikut berperan dalam membentuk budaya yang unik dan beragam di Indonesia.
Kemungkinan berkembangnya seni dan budaya dipengaruhi oleh 1 faktor internal, yaitu kreativitas manusia yang tumbuh dari dalam dirinya yang melahirkan ide-ide baru yang original. Berdasarkan kesadaran terhadap dirinya dan karena pengalaman hidupnya , maka manusia mampu menciptakan sesuatu yang baru secara berkelanjutan untuk kepentingan hidupnya; 2 faktor eksternal, yaitu faktor lingkungan hidup yang meliputi lingkungan alam dan lingkungan sosial budaya. Tantangan alam yang terlalu kuat, misalnya daerah yang sangat kering seperti di daerah gurun pasir, atau daerah yang sangat dingin seperti daerah kutub, menjadikan manusia tak terangsang untuk mecipta seni. Berbeda dengan orang-orang di daerah tropis dan sub tropis yang alamnya subur , apabila kebutuhan primer mereka sudah terpenuhi maka mereka ingin mendapatkan kesenangan dan rasa bahagia dari pengalaman estetik. Perkembangan kesenian biasanya didukung oleh kehidupan yang makmur sebab bagi orang-orang yang telah tercukupi kebutuhan biolgisnya, mereka pasti mempunyai dorongan untuk menikmati hasil seni. Faktor sosial dan budayalah yang biasanya berpengaruh besar terhadap perkembangan seni dan budaya. Komunikasi sosial, baik komunikasi antarkelompok masyarakat maupun antarbangsa menjadikan perkembangan seni dan budaya lebih efesien. Sejarah menunjukkan bahwa kedatangan Ras Palae Mongoloid secara bergelombang dengan membawa peradaban yang lebih tinggi itu mengembangkan seni dan budaya kelompok-kelompok masyarakat yang ada di Indonesia. Orang-orang Mongoloid memperkenalkan bentuk masyarakat dusun dengan seorang kepada dusun. Mereka membuat pondok- pondok dengan bahan kayu untuk tempat tinggal. Mereka membuat bentuk-bentuk bangunan pokok, kemudian dikembangkan menurut kebutuhan dan diserasikan dengan lingkungan alamnya. Dinding pondok dihiasi dengan corak dekoratif yang indah. Motif hias yang mereka pilih berdasarkan lingkungan alam sekitar, yaitu flora dan fauna, serta motif-motif geometrik berdasarkan kreativitas mereka. Pada zaman Neolithikum penduduk melayu purba mengenal logam, kemudian mengambil alih kebudayaan Tiongkok yang disebut kebudayaan Dongson. Mereka membuat barang-barang seni dari bahan perunggu seperti kapak sepatu, yaitu alat untuk bertani atau sebagai pusaka, cincin untuk perhiasan busana, mata uang untuk kepentingan upacara keagamaan. Masuknya agama Hindu pada abad ke IV mempengaruhi peradaban bangsa Indonesia. Akulturasi antara kebudayaan asli dengan kebudayaan Hindu mempercepat laju perkembangan seni dan budaya Indonesia. Deras arus informasi dan cepatnya komunikasi antarbudaya mengakibatkan revolusi kebudayaan. Menurut Tolstoy, seni adalah kegiatan manusia yang dilakukan secara sadar dengan perantaraan tanda-tanda lahiriah tertentu untuk menyampaikan perasaan-perasaan yang telah dihayatinya kepada orang lain sehingga mereka kejangkitan perasaan ini dan juga mengalaminya. Dengan kata lain seni sebagai komunikasi dari pencipta kepada orang lain. Temuan baru di bidang teknologi komunikasi yang canggih dengan media elektronika serta satelit memberikan kemudahan dan percepatan penyebaran karya seni dan budaya baru dari suatu tempat ke seluruh pelosok dunia dan menjadikan transformasi budaya yang sangat pesat, sehingga mempertinggi dan memperbaiki derajat kemanusiaan. Terjadinya tranformasi itu karena adanya pengaruh dari budaya yang kuat terhadap budaya yang lemah. Pengaruh itu dapat menguntungkan, namun ada yang merugikan apabila budaya yang kuat itu tidak sesuai dengan jatidiri yang dipengaruhi. Oleh karena itu dalam menerima pengaruh budaya asing sebagai usaha memajukan dan mengembangkan budaya sendiri kita harus memperkokoh jatidiri yang berpedoman pada Pancasila. Nilai-nilai Pancasila harus menjadi arah untuk memajukan budaya bangsa. Adapun wujud kebudayaan yang menyiratkan nilai-nilai Pancasila tidak lain adalah kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan daerah tradisi di seluruh Indonesia. Khususnya dalam bidang kesenian nilai-nilai Pancasila sebagai jatidiri bangsa tersirat di dalam kesenian daerah atau kesenian tradisional. Dengan demikian pengembangan kesenian Indonesia harus mengakar pada kesenian tradisional yang hidup di daerah-daerah. Artikel ini membahas tentang Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebudayaan. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin. Kebudayaan adalah hasil ciptaan manusia yang hidup dalam masyarakat. Dari hidup bermasyarakat itulah maka timbullah kebudayaan. Hanya saja sebab manusia yang hidup bermasyarakat itu terpencar-pencar di segala penjuru dunia, maka kebudayaan yang ditimbulkan jugamacam -macam pula. Misalnya; semua bangsa menginginkan pakaian, rumah dan makanan. Tetapi pakaian, rumah dan makanan yang diinginkannya itu bagaimana bentuknya, masing-masing bangsa berbeda-beda. Contoh; pakaian nasional bangsa Eropa berbeda dengan pakaian bangsa Arab, dan berbeda pula dengan bentuk pakaian bangsa Indonesia. Begitu pula bentuk rumah dan jenis makanan. Apakah yang mempengaruhi perbedaan itu? atau dengan kata lain faktor-faktor apakah yang mempengaruhi pembentukan kebudayaan itu? Jelas ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, yaitu Faktor-faktor yang mendorong Kontak dengan kebudayaan lain Sistem pendidikan yang maju Sikap menghargai hasil karya orang lain dan harapan untuk maju Toleransi pada perbuatan menyimpang Sistem lapisan masyarakat yang terbuka Penduduk yang heterogen Ketidakpuasan masyarakat pada bidang-bidang kehidupan tertentu Orientasi ke depan Nilai meningkatkan taraf hidup Faktor-faktor yang menghambat Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain Perkembangan ilmu pengetahuan yang lambat Sikap masyarakat yang tradisional Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat vested Interest Rasa takut terjadinya kegoyahan dalam integrasi kebudayaan Prasangka pada hal baru Hambatan ideologis Kebiasaan Sikap pasrah PENGARUH BANGSA TIMUR TERHADAP BUDAYA INDONESIA Manusia mendiami wilayah yang berbeda, berada di lingkungan yang berbeda juga. Hal ini membuat kebiasaan, adat istiadat, kebudayaan dan kepribadian setiap manusia suatu wilayah berbeda dengan yang lainnya. Namun secara garis besar terdapat tiga pembagian wilayah, yaitu Barat, Timur Tengah, dan di Indonesia termasuk ke dalam bangsa Timur, yang dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian baik. Bangsa Timur dikenal dunia sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat. Orang – orang dari wilayah lain sangat suka dengan kepribadian bangsa Timur yang tidak individualistis dan saling tolong menolong satu sama lain. Meskipun begitu, kebanyakan bangsa Timur masih tertinggal oleh bangsa Barat dan Timur Tengah. Kepribadian bangsa timur dapat diartikan suatu sikap yang dimiliki oleh suatu negara yang menentukan penyesuaian dirinya pada lingkungan. Kepribadian bangsa timur pada biasanya adalah kepribadian yang mempunyai sifat toleransi tinggi. Kepribadian bangsa timur, kita tinggal di Indonesiatermasuk ke dalam bangsa timur, dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian baik. Di dunia bangsa timur dikenal sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat. Bercerita mengenai kepribadian bangsa timur, saya jadi teringat oleh Indonesia. Indonesia mempunyai beragam budaya, suku dan adat istiadat. Indonesia termasuk dalam bagian negara-negara yang ada dalam posisi benua asia mempunyai adat yang disebut adat ketimuran. Indonesia yang tergabung dari berbagai suku dan terkenal dengan keramahtamahan masyarakatnya dan tingginya rasa saling menghormati antar sesama. Indonesia sangat berbeda dengan negara-negara barat, sebab pandangan hidup dan kebiasaan masyarakatnya yang berbeda. Dalam pandangan hidup masyarakat Indonesiayang mempunyai adat ketimuran, rasa toleransi, ramah, sopan santun, saling menghargai dan gotong royong selalu menjadi dasar hidup masyarakat Indonesia. Bangsa timur identik dengan benua asia yang penduduknya sebagian besar berambut hitam, berkulit sawo matang dan adapula yang berkulit putih, bermata sipit. Sebagian besar cara berpakaian orang timur lebih sopan dan tertutup mungkin sebab orang timur kebanyakan memeluk agama islam dan menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku. Namun di zaman yang sekarang ini orang timur kebanyakan meniru kebiasaan orang barat. Kebiasaan orang barat yang tidak sesuai atau bertentangan dengan kebiasaan orang timur dapat memengaruhi kejiwaan orang timur itu sendiri. Kita tidak bisa selalu mengatakan budaya timur itu lebih baik daripada budaya barat , menurut saya situasi dan kondisi berperan sangat penting untuk menentukan berdasar budaya mana orang wajib menyelesaikan suatu masalah. Kita dituntut untuk mempunyai beberapa pertimbangan yang bersifat menyeluruh, pada budaya timurlah kita mempunyai kelebihannya. Di zaman yang sudah mulai modern ini kebudayaan bangsa kita yaitu bangsa timur sudah mulai tergeser atau tercampur dengan kebudayaan bangsa barat yang cenderung gampang sekali memikat penduduk indonesia khususnya generasi muda di jaman sekarang. ORIENTASI NILAI BUDAYA Menurut C. Kluckhon dalam karyanya Variations in Value Orientation sistem nilai udaya secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia,yaitu Hakekat Hidup Manusia hakekat, Hidup setiap kebudayaan berbeda secara exstern. Seperti bcrusaha memadamkan hidup,menganggap kelakuan hidup tertentu sebagai suatu hal baik. Hakekat karya Manusia, Kebudayaan hakekatnya berbeda-beda ada yang memiliki tujuan u-ntuk hidup,dan lain sebagainya. Hakekat waktu Manusia, Hakekat waktu setiap budaya berbeda,ada yang mementingkan orientasi masa lampau dan mementingkan orientasi masa kini. Hakekat Alam Manusia, Manusia mempunyai anggapan yang berbeda, ada yang beranggapan kebudayaan wajib mengeksploitasi alam dan ada pula yang beranggap manusia wajib harmonis dengan alam. Hakekat Hubungan Manusia, Mementingkan hubungan antar sesamanya dan orientasi pada tokoh, yang berpandangan individualis ditinggalkan saja. PERUBAHAN KEBUDAYAAN Faktor – faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru Di antara berbagai faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya sesuatu unsur kebudayaan baru atau asing dalam suatu masyarakat yang biasanya cukup berperan adalah Terbiasanya masyarakat itu mempunyai hubungan/kontak kebudayaan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat itu, yang mempunyai kebudayaan yang berbeda. Sebuah masyarakat yang terbuka untuk hubungan-hubungan dengan orang yang beraneka ragam kebudayaannya, cenderung menghasilkan warga masyarakat yang bersikap terbuka pada unsur-unsur kebudayaan asing. Sikap mudah menerima kebudayaan asing lebih-lebih lagi nampak menonjol kalau masyarakat itu menekankan pada ide bahwa kemajuan dapat dicapai dengan adanya sesuatu yang baru, yaitu baik yang datang dan berasal dari dalam masyarakat itu sendiri, atau yang berasal dari kebudayaan yang datang dari luar. Kalau pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam kebudayaan itu ditentukan oleh nilai-nilai yang berasal pada ajaran agama; dan ajaran ini terjalin erat dalam keseluruhan pranata yang ada dalam masyarakat itu; maka penerimaan unsur-unsur kebudayaan yang baru atau asing selalu mengalami kelambatan sebab harus di sensor dulu oleh berbagai ukuran yang berlandaskan pada ajaran agama yang berlaku. Dengan demikian, suatu unsur kebudayaan baru akan dapat diterima jika unsur kebudayaan yang baru itu tidak bertentangan dengan ajaran agama yang berlaku, dan karenanya tak akan merusak pranata-pranata yang sudah ada. Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan unsur kebudayaan baru. Suatu struktur sosial yang didasarkan atas sistem otoriter akan sukar untuk dapat menerima suatu unsur kebudayaan baru, kecuali kalau unsur kebudayaan baru tadi secara langsung atau tidak langsung dirasakan oleh rezim yang berkuasa sebagai sesuatu yang menguntungkan mereka. Suatu unsur kebudayaan baru dengan lebih mudah diterima oleh suatu masyarakat kalau sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan untuk diterimanya unsur kebudayaan yang baru itu. Di pedesaan di pulau Jawa, adanya sepeda sebagai perangkat pengangkut dapat menjadi landasan memudahkan di terimanya sepeda motor di daerah pedesaan di Jawa; dan memang dalam kenyataan demikian. Sebuah unsur baru yang mempunyai skala kegiatan yang terbatas dan dapat dengan mudah dibuktikan kebenarannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan, dibandingkan dengan sesuatu unsur kebudayaan yang mempunyai skala luas dan yang sukar secara konkrit dibuktikan kegunaannya. Contohnya adalah diterimanya radio transistor dengan mudah oleh warga masyarakat Indonesia, dan bahkan dari golongan berpenghasilan rendah adalah benda yang biasa dipunyai. Dari beberapa pokok pembicaraan yang dikemukakan di atas berkenaan dengan penerimaan unsur-unsur baru, dapat dikatakan bahwa inovasi bisa terdapat karena inovasi itu bertentangan dengan pola-pola kebudayaan yang sudah ada; kalau inovasi itu akan mengakibatkan perubahan pola-pola kebudayaan dan struktur sosial yang sudah ada dan menggantikannya dengan yang baru; kalau inovasi itu bersifat mendasar berkenaan dengan pandangan hidup atau nilai yang ada dalam masyarakat bersangkutan misalnya “free lover” untuk masyarakat Indonesia akan dimengenai kalau wajib diterima sebagai suatu cara hidup; disamping itu bila inovasi itu dianggap terlalu mahal biayanya juga akan terhambat dalam penciptaannya atau dalam penyebaran atau difusinya, terkecuali kalau oleh kelompok yang digolongkan sebagai “vested interests” inovasi itu dianggap menguntungkan maka inovasi akan diterima. Penerimaan atas unsur baru atau inovasi dapat mengakibatkan terwujudnya berbagai kekacauan sosial yang adalah perwujudan- perwujudan dari proses perubahan sosial, sebelum inovasi itu diterima dengan mantap dan menjadi baku dalam tata kehidupan sosial yang berlaku dalam masyarakat. Kekacauan sosial itu biasanya dinamakan sebagai disorganisasi sosial social disorganization. Dalam keadaan kekacauan sosial ini, aturan-aturan atau norma-norma lama sudah tidak berlaku lagi atau sebagian-sebagian masih berlaku sedangkan aturan-aturan atau norma-norma lama itu dalam mengatur kehidupan sosial warga masyarakat. Sehingga dalam tahap ini terdapat semacam kebingungan atau kekacauan dalam berbagai bidang kehidupan sosial. Bila unsur-unsur baru telah mantap diterima dan norma-norma atau aturan-aturan baru telah mantap menjadi pegangan dalam berbagai kegiatan sosial, maka dapatlah dikatakan bahwa masyarakat itu telah mencapai tingkat tertib sosial lagi. Tidak selamanya suatu penerimaan inovasi menimbulkan kekacauan sosial. Kekacauan sosial terwujud bila inovasi itu menyebabkan adanya perubahan-perubahan yang mendasar pada pranata-pranata yang ada dalam masyarakat yang bersangkutan. SEBAB-SEBAB PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA Perubahan sosial dan kebudayaan di masyarakat dapat terjadi sebab adanya sebab-sebab yang berasal dari masyarakat sendiri atau yang berasal dari luar masyarakat. a . Sebab-Sebab yang Berasal dari Dalam Masyarakat Sebab Intern Berikut ini sebab-sebab perubahan sosial yang berasal dari dalam masyarakat sebab intern Dinamika penduduk, yaitu pertambahan dan penurunan jumlah penduduk. Adanya penemuan-penemuan baru yang berkembang di masyarakat, baik penemuan yang bersifat baru discovery ataupun penemuan baru yang bersifat melengkapkan dari bentuk penemuan lama invention. Munculnya berbagai bentuk pertentangan conflict dalam masyarakat. Terjadinya pemberontakan atau revolusi sehingga mampu menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar. Misalnya, Revolusi Rusia Oktober 1917 yang mampu menggulingkan pemerintahan kekaisaran dan mengubahnya menjadi sistem diktator proletariat yang dilandaskan pada doktrin Marxis. Revolusi itu menyebabkan perubahan yang mendasar, baik dari tatanan negara hingga tatanan dalam keluarga. b . Sebab-Sebab yang Berasal dari Luar Masyarakat Sebab Ekstern Perubahan sosial dan kebudayaan juga dapat terjadi sebab adanya sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat sebab ekstern. Berikut ini sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat. Adanya pengaruh musibah alam. Kondisi ini terkadang memaksa masyarakat suatu daerah untuk mengungsi meninggalkan tanah kelahirannya. Apabila masyarakat itu mendiami tempat tinggal yang baru, maka mereka wajib menyesuaikan diri dengan keadaan alam dan lingkungan yang baru itu. Hal ini kemungkinan besar juga dapat memengaruhi perubahan pada struktur dan pola kelembagaannya. Adanya peperangan, baik perang saudara atau perang antarnegara dapat me-nyebabkan perubahan, sebab pihak yang menang biasanya akan dapat memaksakan ideologi dan kebudayaannya kepada pihak yang kalah. Adanya pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Bertemunya dua kebudayaan yang berbeda akan menghasilkan perubahan. Jika pengaruh suatu kebudayaan dapat diterima tanpa paksaan, maka disebut demonstration effect. Jika pengaruh suatu kebudayaan saling menolak, maka disebut cultural animosity. Jika suatu kebudayaan mempunyai taraf yang lebih tinggi dari kebudayaan lain, maka akan muncul proses imitasi yang lambat laun unsur-unsur kebudayaan asli dapat bergeser atau diganti oleh unsur-unsur kebudayaan baru itu. Sumber
- Budaya merupakan hasil cipta, rasa, dan karsa manusia yang selalu melekat dalam kehidupan sehari-hari. Wujud kebudayaan dapat dikenali berdasarkan unsur-unsurnya, seperti bahasa, sistem organisasi, sistem religi, pengetahuan, kesenian, dan mata pencaharian manusia. Kebudayaan turut menjadi pedoman laku hidup keseharian suatu masyarakat. Kebudayaan manusia di suatu tempat lazimnya berbeda dari tempat lainnya. Hal tersebut, misalnya, dapat dilihat di wilayah Indonesia yang memiliki banyak sekali perbedaan, mulai dari bahasa sampai mata pencaharian, dari Sabang sampai Merauke. Beragam kebudayaan itu eksis dan terbentuk dari beberapa aspek yang mempengaruhinya. Perbedaan budaya antara satu wilayah dengan wilayah yang lain dipengaruhi faktor-faktor yang terdapat pada wilayah tersebut. Di antara faktor-faktor itu adalah faktor geografis yang berkaitan dengan kondisi alam, serta mempunyai keterkaitan langsung maupun tidak langsung dengan kehidupan juga Tahapan Sistem Informasi Geografis Masukan, Olah Data dan Keluaran Kondisi Geografis Indonesia Nilai Positif Cegah Importasi Omicron Faktor Geografis Penyebab Keragaman Budaya di Indonesia Faktor-faktor geografis mempunyai andil dalam membentuk keragaman budaya pada suatu masyarakat. Sebagaimana dikutip dari buku Tradisi Sekura Cakak Buah Masyarakat Adat Saibatin Dalam Kaca Mata Geografi 2021, terdapat delapan faktor yang mempengaruhi kebudayan manusia, terdiri atas faktor lokasi, jenis iklim, relief permukaan bumi, tipe tanah, jenis flora dan fauna, kondisi air, sumber mineral, dan kontak dengan mengenai faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut 1. LokasiLokasi merupakan letak atau titik spesifik suatu tempat dalam suatu wilayah. Dengan demikian, ada unsur relasi keruangan, seperti posisi dan jarak suatu tempat dengan tempat lainnya. Sebagai misal, Indonesia adalah negara yang terletak di antara dua benua dan dua samudera. Dengan berada di lokasi tersebut, Indonesia memiliki keuntungan lalu lintas perniagaan yang melewati jalur maritim. Pada akhirnya, kesadaran akan kondisi ini mendorong daya cipta, rasa, dan karsa masyarakat di wilayah tersebut untuk memanfaatkannya. 2. Jenis iklimJenis iklim dipengaruhi letak suatu wilayah, yang juga akan menentukan pola perilaku masyarakat. Sebagai misal, iklim daerah pegunungan dan pesisir memiliki karakteristiknya masing-masing. Pada perilaku sehari-hari, iklim akan mempengaruhi cara berpakaian masyarakat. Contohnya, orang-orang yang tinggal di daerah iklim dingin pegunungan cenderung berpakaian tebal, sementara masyarakat yang tinggal di daerah pesisir cenderung berpakaian tipis. 3. Bentuk ReliefBentuk relief mempengaruhi kebudayaan masyarakat, misalnya dalam hal mobilitas masyarakat. Orang-orang yang tinggal di daerah relief perbukitan cenderung memilih berjalan kaki ketika berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Sementara itu, masyarakat yang tinggal di daerah dekat sungai cenderung menggunakan perahu sebagai moda transportasi mereka. 4. Tipe TanahTipe tanah menentukan kesuburan tanah di suatu wilayah. Tanah berkapur di bentang lahan karst cenderung membentuk daerah yang kurang produktif untuk pertanian. Di sisi lain, tanah berkapur lahan karst menyajikan bentang alam yang eksotis sehingga dapat dimanfaatkan sebagai obyek wisata. Berbeda pula bagi masyarakat yang hidup di kaki gunung dengan tipe tanah subur untuk pertanian. Kondisi ini membangun pola perilaku dan sistem mata pencaharian yang berbeda. Akibatnya terjadi keragaman regional antardaerah di Indonesia. 5. Jenis Flora dan FaunaPemanfaatan beragam flora dan fauna bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia. Lebih lanjut lagi, keragaman pangan flora dan fauna juga akan mempengaruhi nutrisi masyarakat. Sebagai misal, masyarakat Maluku kerap memanfaatkan kekayaan lautan dan tanaman sagunya. Sementara itu, masyarakat Jawa dengan ketela dan ikan wadernya. 6. Kondisi AirFaktor ini menentukan dapat tidaknya suatu wilayah dihuni dengan layak sehingga menjadi faktor krusial bagi lahirnya peradaban manusia. 7. Sumber-sumber MineralSumber mineral merupakan potensi alam dari bahan galian yang ada dalam perut bumi. Pemanfaatannya dilakukan melalui proses pertambangan eksploitasi. Kondisi geografis Indonesia mendukung kekayaan bahan mineral yang tersebar di daratan atau dasar laut. Persebaran jumlah dan jenis sumber daya mineral Indonesia tidak merata, tergantung kondisi batuan induk di setiap daerah. 8. Kontak dengan LautanKontak dengan lautan sangat penting bagi peradaban manusia. Orang-orang yang tinggal di daerah pesisir biasanya lebih sering berinteraksi dengan budaya wilayah-wilayah lain. Pertemuan dengan kebudayaan luar mempengaruhi proses asimilasi kebudayaan yang ada di Indonesia sehingga menambah ragam jenis kebudayaan yang ada di Indonesia. Faktor-faktor geografis di atas turut membentuk kebudayaan masyarakat di berbagai wilayah. Namun, tidak bisa dimungkiri faktor geografis bukan sebagai faktor tunggal. Ada beberapa pandangan lain tentang pengaruh geografis terhadap kebudayaan masyarakat, di antaranya pandangan determinisme lingkungan dan posibilisme. Pertama, determinisme lingkungan menyatakan bahwa lingkungan secara mekanis menentukan terbentuknya suatu budaya. Dalam pandangan ini, diyakini bahwa lingkungan dan kehidupan di dalamnya tetap ada dan tidak berubah. Berdasarkan hal itu, lingkungan menjadi faktor tunggal yang menentukan suatu kebudayaan. Kedua, pandangan determinisme berbeda dengan pandangan posibilisme. Menurut pandangan posibilisme, kondisi lingkungan alam bukan faktor dominan yang menentukan kebudayaan, melainkan faktor pengendali yang memberikan kemungkinan atau peluang yang memengaruhi kebudayaan manusia. Lingkungan alam hanya memberikan kemungkinan tertentu atas lahirnya suatu kebudayaan. Kedua pandangan ini menunjukkan bahwa faktor geografis berpengaruh terhadap keragaman budaya. Selain letak geografis, faktor lain yang mempengaruhi keragaman budaya masyarakat Indonesia adalah masuknya berbagai kebudayaan dunia ke dalam kebudayaan-kebudayaan suku bangsa yang sudah ada. Bagi Indonesia, pengaruh budaya luar budaya asing sudah terjadi sejak zaman dahulu. Keanekaragaman budaya di Indonesia juga diperkaya dengan kehadiran pendukung kebudayaan dari bangsa-bangsa lain sejak berabad-abad yang lalu, mulai dari penjajahan, hubungan perdagangan, penyebaran agama, dan juga Rangkuman Materi Geografi Wilayah dan Pembangunan Model Pengembangan Wilayah di Negara Berkembang dalam Geografi - Pendidikan Kontributor Auvry AbeyasaPenulis Auvry AbeyasaEditor Abdul Hadi
jelaskan pengaruh faktor lingkungan alam bagi perkembangan seni budaya nusantara