SejarahSingkat dan Perkembangan Baju Abaya di Indonesia 12 July 2014, 07:30 By: Fitinline 0 Komentar Pertukaran arus informasi yang didukung dengan kemajuan teknologi serta merta membawa pengaruh positif bagi perkembangan fashion di seluruh negara, tidak terkecuali dunia fashion muslim di Timur Tengah. Awalperkembangan trend fashion di Indonesia, sangat dipengaruhi oleh budaya Eropa dan Asia terutama Busana Korea yang sudah terjadi belakangan ini. Trend fashion di Indonesia telah berkembang dengan baik dalam sejarah. SejarahPramuka. Sejarah terbentuknya Pramuka bermula dari sebuah buku yang ditulis oleh Letnan Satu Robert Baden Powell asal Belanda yang bertajuk Scouting for Boys. Buku tersebut mengulas tentang panduan untuk para remaja guna melatih keterampilan dan ketangkasan, cara bertahan hidup, sekaligus pengembangan dasar-dasar moral. Jikamelihat sejarahnya, Pos Indonesia ini sudah dimulai sejak zaman Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Kantor Pos mulanya didirikan di Jakarta lama atau biasa disebut Batavia oleh Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron van Imhoff (1743-1750). Pada 26 Agustus 1746 didirikanlah kantor pos di Batavia (Jakarta). JAKARTA Cokelat di Indonesia memiliki sejarah panjang. Perkebunan kakao telah ada sejak zaman Hindia Belanda. Tepatnya sejak tahun 1880, pemerintah Hindia Belanda mulai fokus untuk membudidayakan kakao di Indonesia. Menurut sejarawan kuliner sekaligus dosen Departemen Sejarah Universitas Padjadjaran, Fadly Rahman, peralihan LGBTdi Indonesia Perkembangan dan Solusinya. Di buku ini dijelaskan pula sejarah singkat legalisasi same-sex marriage di Amerika Serikat tahun 2015. Hal berdampak mengekornya legalisasi di negara-negara lain. AS menjadi negara ke-21 yg mengesahkan perkawinan sesama jenis. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh tokoh Yahudi yang berhasil DTiNb. GERBANG MODE Jika memutar waktu kembali pada beberapa dekade lalu, sulit rasanya menemukan elemen fashion di antara di busana modest. Sebab pada era itu, ia lebih difungsikan untuk mengurangi eksposur kulit atas nama agama dan budaya tertentu. Apalagi eksistensi modest wear di masa itu memang terbatas di kalangan generasi baby boomers ke atas yang sering kali identik dengan kata konservatif. Seiring waktu bergulir, tak lepas dari peran teknologi serta regenerasi manusia, era keterbukaan informasi melalui internet pun tiba dengan kelahiran generasi baru yang dikategorikan ke dalam Generasi Milenial. Perubahan di tren modest wear nyatanya tak lepas dari andil perempuan-perempuan muda yang ingin tetap mempertahankan nilai-nilai budaya dan religinya, sembari memperluas opsi berbusana dalam koridor fashion. Maka tak heran jika kini, modest wear digadang sebagai salah satu tren terdepan di dunia fashion, beranjak dari pasar yang niche hingga didaulat menduduki bangku mainstream di ranah mode. Khususnya dalam beberapa tahun terakhir ini, perkembangan industri fashion modest seolah meroket, tak terbatas pada deretan angka penjualan saja, awareness-nya juga turut ditampilkan dan disahkan oleh pelaku media. Di samping untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat untuk busana modest, isu inclusivity juga turut menyeruak. Banyak label fashion, dari rumah mode hingga street wear brand yang mewadahi desain modest yang tentunya tetap memperoleh sentuhan karakter dari label yang bersangkutan. Dunia mode kini tak lagi menganaktirikan kaum marginal, apalagi jika kebutuhan kaum marginal tersebut berubah 180 derajat menjadi kebutuhan massal. Fakta angka penjualan memang menggiurkan, lantas tak sedikit pelaku mode yang pandai’ melihat kesempatan ini. Perlu saya singgung kembali, jika di tahun 2014, DKNY merilis koleksi Ramadan yang cocok dikenakan untuk gaya santun atau modest. Lalu di 2015, H&M berkolaborasi perdana dengan model berhijab, Mariah Idrissi. Strategi yang dilakukan H&M ini sejalan dengan keinginan mereka untuk merangkul diversitas dan isu inclusivity. Seperti yang diberitakan melalui Independent, Pernilla Wohlfahrt, Managing Director H&M, mengungkapkan, “Saat ini H&M hadir di 69 market, dan kami ingin menjadi beragam serta inklusif di semua pasar tempat kami hadir. Kami ingin menawarkan sesuatu bagi semua orang.” Kemudian, isu inclusivity dan modest style juga turut dipajang oleh majalah fashion. Jika Anda ingat, di tahun 2018 majalah Vogue Inggris menampilkan wajah model berhijab, Halima Aden, dan sebelumnya ia sudah berjalan di atas panggung pekan mode untuk beberapa label fashion seperti Max Mara dan Yeezy. Hal ini menunjukkan bergemanya isu inclusivity dan modest style bahkan di dunia fashion itu sendiri. GERAKAN SOSIAL Namun ketika sesuatu yang awalnya tidak inklusif, kini menjadi produk yang naik daun. Maka modest wear pun dikategorikan mainstream. Pemakaian istilah modest tidak lagi terpaku pada kelompok tertentu. Setiap orang kini 'berlomba' mengenakan gaya santun ini. Hal ini tak lepas dari berbagai gerakan sosial yang turut memengaruhi perubahan di masyarakat. Berbagai isu gender, gerakan feminis, hingga gerakan fenomenal MeToo membuahkan hasil pada kesadaran atas hak penuh kepemilikan tubuh perempuan. Muncul pemikiran bahwa tampil sensual dan seksi tidak semata-mata untuk memuaskan mata lawan jenis, namun sepenuhnya untuk memuaskan diri sendiri. Maka definisi seksi pun bergeser dari memamerkan kulit, hingga menutupinya. Modest wear menjadi ekspresi kebebasan perempuan melalui caranya menentukan gaya busananya sendiri. Seperti yang kita ketahui, dunia yang kita tinggali nyatanya didominasi oleh kultur patriarki yang melihat tubuh perempuan sebagai objek. Disadari atau tidak, kita membutuhkan semacam proteksi’ dari masyarakat yang nampak ganas dan menakutkan. Dan busana modest rupanya memberi perasaan aman dan nyaman. Koleksi Ria Miranda dengan warna pastel untuk pencinta bergaya feminin NAPAS UNIVERSAL Bagaimana Anda memahami modest fashion? Apakah berbusana longgar dengan seluruh badan tertutup? Apakah mengenakan busana tidak transparan dan menutupi bagian dada? Jika berbicara tentang definisi, spektrumnya sangatlah luas. Namun yang pasti, kini modest style tak lagi melekat pada satu kultur atau kepercayaan tertentu, atau setidaknya Anda tak perlu lagi mengotak-ngotakkannya. Seperti yang diungkapkan seorang perancang busana asal Saudi Arabia, Mashael Al Rajhi, melalui buku Contemporary Muslim Fashions, “Saat ini, jika kita mencari pandangan yang lebih global tentang fashion, Anda harus memiliki representasi dari semua belahan bumi. Beginilah cara kita bergerak maju, desain tidak boleh dibatasi atau dikotak-kotakkan ke dalam pola pikir yang membatasi, budaya Timur dan Barat perlu membaur sekarang untuk menyatukan hal-hal indah. Fashion harus sadar sosial, kita memiliki kemampuan untuk memengaruhi pola pikir, dan itu adalah bentuk ekspresi dan kebebasan. Hal ini memungkinkan kita membentuk identitas dan memberi orang-orang kesempatan untuk mencapai potensinya.” Maka kini, para penikmat mode dan dunia memperoleh opsi yang lebih luas dalam berbusana. Industri fashion pun merangkul lebih banyak perancang busana modest. Bahkan, sudah banyak festival fashion dan pekan mode yang mengusung tema modest, misalnya Amsterdam Modest Fashion Week, Miami Modest Fashion Week, hingga Torino Fashion Week yang memiliki visi mempertemukan dua dunia berbeda, serta mengakhiri penderitaan dan kesalahpahaman akibat perbedaan tersebut. Koleksi Itang Yunasz menghadirkan elemen etnik bergaya bohemian INDONESIA DAN MODESTY Bergaungnya busana modest, mulai terasa kuat sekitar 10 tahun terakhir. Jika kita raba kembali, kemunculannya hadir setelah masa reformasi. Karena di periode pemerintahan sebelumnya, sesuatu yang identik dengan agama atau kultur tertentu dikontrol, dengan tujuan mengedepankan identitas Indonesia secara nasional. Kemunculan busana modest yang mendapat respons positif dari pasar, didukung oleh fakta bahwa mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama Islam. Diversitas karakter busana modest pun lahir dari banyaknya perancang busana modest di Indonesia. Salah satu yang populer hingga membawa nama Indonesia ke panggung fashion di New York adalah Dian Pelangi. Ia dikenal dengan desainnya yang ramai sebab mengusung teknik tie-dye yang mampu menarik perhatian dan mengelevasi busana modest. Kepiawaiannya dengan tekstil tak lepas dari latar bisnis orang tuanya di bidang garmen. Lalu, ada Itang Yunasz, yang memadukan elemen tradisi dan modernitas secara harmonis, sehingga terselip gaya yang progresif. Untuk ekspresi yang lebih kalem dan feminin, diwakili oleh Ria Miranda yang konsisten mempresentasikan warna-warna pastel sehingga memiliki penggemar setianya. Untuk tekstil lokal, NurZahra bermain dengan indigo menggunakan teknik pewarnaan alami, hingga sukses melahirkan motif-motif kontemporer. Koleksi Rani Hatta yang mengusung siluet clean dan mengedepankan tailoring Sedangkan untuk gaya yang lebih modern, hadir dari tangan Rani Hatta dan IKYK I Know You Know yang didesain oleh Anandia Putri Harahap. Pada karya Rani, terlihat permainannya di dalam arena simpel, “Saya menciptakan baju itu berdasarkan apa yang saya ingin kenakan. Berdasarkan karakter saya sendiri, misalnya saya enggak suka baju yang terlalu ribet, yang terlalu banyak aksen. Karena saya simpel, pengen baju senyaman mungkin tapi tetap fashionable. Lalu ia mengutarakan visinya, “Saya pengen breaking the stereotype, kalau modest wear itu cuma bisa dipakai oleh wanita berhijab. Saya percaya kalau pakaian has no gender, tergantung bagaimana kita mix and match-nya. Di Rani Hatta, saya lebih ke sporty tailoring, bagaimana kita padu padannya. Misalnya jas, bisa dijadikan gaya modest, bisa juga enggak, bisa dipakai gender mana pun.” Ia percaya bahwa modest wear tak terbatas pada tunik, kaftan, atau dress panjang. “Modest wear bisa diakali. Misalnya saya bahkan juga mengenakan menswear, tergantung bagaimana kita bisa mix and match-nya. Baju apa pun selama mix and match-nya benar, bisa kita jadikan modest wear,” ungkapnya. Koleksi IKYK senantiasa konsisten dengan permainan material dan padu padan yang playful Anandia Putri melalui IKYK mengusung atmosfer berbeda dengan menyajikan busana dinamis. Senantiasa menampilkan inovasi dalam busana modest, IKYK telah merilis koleksi IKYK Sports untuk opsi activewear. Hal ini dikarenakan kepekaan labelnya terhadap kebutuhan pasar, “Kami selalu mencoba menghadirkan apa yang menjadi kebutuhan paling mendasar namun sering terlupakan. Dan bagaimana menjadi brand yang bisa merepresentasikan modest wear seutuhnya dalam semua aspek kehidupan sehingga pelan-pelan kami mencoba memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut yang susah ditemui di pasar umum.” Kebutuhan akan active wear diawali oleh meningkatnya awareness masyarakat urban terhadap healthy lifestyle, yang tak lepas juga dirasakan oleh penikmat modest wear. Hal ini juga terbukti melalui respons pasar terhadap koleksi IKYK Sports, “Alhamdulillah sampai saat ini kami sudah melakukan berulang kali restock dan selesai restock sebelum bulan Ramadan. So far antusiasmenya begitu besar. Insya Allah IKYK Sports akan menjadi koleksi reguler setiap tahunnya di kalender IKYK selain musim Spring/Summer, Fall/Winter dan Raya,” tutup Anandia. Modest fashion di Indonesia memang tak henti berkembang, tak sekadar tren yang akan timbul tenggelam, modest wear di Indonesia memiliki ruang tersendiri. Fakta bahwa mayoritas rakyatnya beragama Islam menjadi fondasi kuat bagi modest fashion untuk tetap bertahan. Prinsip berbusana modest yang lebih fashion ini, tak lepas dari pemikiran para desainer dan konsumen, mengutip dari buku Contemporary Muslim Fashions, “Perancang busana muslim Indonesia dan konsumen memiliki sudut pandang berbeda tentang berdandan berbusana masuk akal jika Tuhan mencintai estetika, maka memperindah penampilan dengan berbusana bukanlah perilaku narsistik, tetapi wujud ibadah. Memperindah diri sendiri melalui penyerahan diri kepada yang Sang Pencipta dapat mendatangkan kebaikan dan kesenangan." Layout Mohammad Somad; Foto GCM Group, IKYK, Femina Group Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Jika berbicara mengenai trend fashion di Indonesia, pastinya tidak terlepas dari nama-nama perancang busana dan juga peristiwa yang terjadi pada masa perkembangan trend fashion di Indonesia. Trend fashion merupakan mode pakaian atau perhiasan yang populer selama waktu tertentu. Istilah fashion sering digunakan dalam arti positif yaitu sebagai sinonim untuk glamour, keindahan dan gaya atau style yang terus mengalami perubahan dari masa ke masa. Selain itu, trend fashion juga berfungsi sebagai refleksi dari status sosial dan ekonomi yaitu fungsi yang menjelaskan tentang popularitas. Fashion atau mode semakin menjadi industri yang menguntungkan di dunia internasional sebagai akibat dari munculnya rumah-rumah mode terkenal di dunia dan majalah fashion sebagian besar didorong oleh perancang busana yang membuat dan menghasilkan pakaian. Dalam hal ini istilah Bisnis Fashion akan digunakan dalam arti bisnis yang berhubungan dengan pakaian modis atau pakaian sebagai industri kreatif yang diciptakan dan diproduksi oleh perancang busana. Tidak ada yang dapat menyangkal bahwa karya perancang busana memiliki kontribusi besar untuk industri garmen, karena saat ini para pengusaha garmen akan perlu menggunakan keahlian para desainer untuk selalu up to date agar tidak ketinggalan dengan trend fashion yang lagi booming. Awal perkembangan trend fashion di Indonesia, sangat dipengaruhi oleh budaya Eropa dan Asia terutama Busana Korea yang sudah terjadi belakangan ini. Trend fashion di Indonesia telah berkembang dengan baik dalam sejarah. Sejak munculnya Non Kawilarang dan Peter perkembangan awalnya, trend fashion di Indonesia cenderung meniru gaya barat baik itu dalam bahan yang digunakan maupun dalam desain. Secara usia, orang tua di Indonesia umumnya lebih nyaman dengan kostum tradisional seperti kebaya, terutama untuk menghadiri acara khusus, berbeda dengan usia muda yang lebih sering tampil dengan mode gaya barat atau gaya busana korea. Sejak saat itu busana tradisional secara harmonis berkembang sama baiknya dengan desain gaya barat hingga saat trend fashion di Indonesia didorong oleh beberapa faktor yaitu Media Massa, Dunia Entertainment, Dunia Bisnis, dan Internet. Hal ini akan membuat para desainer lebih mudah mengakses dan mengetahui tentang trend fashion yang sedang populer untuk menciptakan variasi dalam MassaTidak dapat dipungkiri dampak dari media massa terhadap masyarakat, termasuk trend fashion. Media massa selalu menyajikan informasi termasuk, informasi seputar dunia fashion. Melalui kedua media ini, trend fashion seakan disosialisasikan kepada masyarakat dan itulah trend fashion yang harus diikuti. Masyarakat sudah tentu melihat trend fashion yang ditampilkan dalam setiap acara di Entertainment Dunia Entertainment merupakan salah satu faktor yang sangat besar dalam menyebarluaskan trend fashion kepada masyarakat. Para selebritas yang selalu muncul di berbagai media dan menjadi idola, selalu berganti mode busana mengikuti trend fashion. Hal ini bisa menjadi penyebab masyarakat untuk mengikutinya. Sudah menjadi hukum alam jika sang idola mengikuti trend fashion tertentu bahkan juga bisa menjadi trendsetter, pasti akan diikuti oleh menjadi penggemar bisnis juga merupakan salah satu faktor berkembangnya trend fashion di Indonesia. Mengingat dari banyaknya permintaan di pasar terkait dengan trend fashion yang sedang berkembang. Demi mendapatkan keuntungan, para penjual berlomba memanfaatkan trend fashion yang sedang populer untuk menarik para pembeli. Dengan menambahkan imajinasi mereka dalam merancang busana, trend fashion akan dengan mudah berkembang luas. Ibarat bola salju, langkah ini juga diikuti oleh penjual busana yang juga menjadi faktor penyebarluasan trend fashion. Tentu saja informasi mengenai trend fashion terbaru akan cepat menyebarluas di masyarakat 1 2 Lihat Gaya Hidup Selengkapnya dok. ZALORA Tren fashion selalu berkembang seiring perkembangan zaman. Hal itu juga terjadi selama masa pandemik COVID-19 yang berlangsung selama dua tahun acara Media Gathering ZALORA Mega Sale yang diselenggarakan pada Kamis 2/12/2021, pukul WIB, hal itu coba untuk dibahas. Pada acara bincang-bincang tersebut, ada beberapa nama pelaku industri fashion yang cukup ternama seperti Ayla Dimitri dan seperti apa keseruan diskusi mereka? Yuk, simak rangkumannya dalam artikel di bawah Ada perubahan kebiasaan berbelanja yang dialami oleh masyarakat di tengah pandemikLiputan "Media Gathering ZALORA Mega Sale", Kamis 2/12/2021. IDN Times/Tyas HaninaAda banyak adaptasi yang harus kita lakukan di tahun ini. Masa pemulihan dari situasi pandemik itu memengaruhi banyak aspek kehidupan. Termasuk juga perjalanan bisnis industri mode di tanah air. Bimo Darmoyo selaku Associate Marketing Director ZALORA Indonesia mengatakan, "Kita sudah masuk ke new normal dan habit masyarakat pun berubah, termasuk kebiasaan belanja online". Untuk menutup tahun 2021, ZALORA mengadakan Mega Sale dengan tema 'Game On'. Promo akhir tahun ini dimeriahkan dengan potongan harga, flash sale, cashback, serta gratis ongkir."Kita pengen bawa konsep yang membahagiakan. Overall theme kita adalah 'Game On'. Jadi, apa pun yang terjadi di dalam kehidupan yang penting kita happy," tambahnya lagi. 2. Eksplorasi gaya fashion kita bisa menjadi salah satu cara untuk memperbaiki suasana hatiLiputan "Media Gathering ZALORA Mega Sale", Kamis 2/12/2021. IDN Times/Tyas HaninaAcara ini juga diramaikan dengan kehadiran dari perwakilan brand, Ria Sarwono sebagai Brand & Marketing Director Cottonink. Ria menuturkan, "Ketika di masa pandemik, kita harus menjaga kewarasan kita. Salah satu cara aku adalah dengan tetap berpakaian rapi di rumah. Itu benar-benar brighten up our mood, lho!". Dengan semakin semaraknya tren mode yang ada di Indonesia, saat ini juga sudah mulai banyak pembahasan tentang isu sustainable fashion. "Komitmen kita ke depannya adalah untuk membantu serta mempromosikan environmental fashion," ujar Bimo. 3. Namun, kita tetap perlu mengingat kelestarian bumi kita. Ini sekilas penjelasan tentang sustainable fashionLiputan "Media Gathering ZALORA Mega Sale", Kamis 2/12/2021. IDN Times/Tyas HaninaBerdasarkan riset yang dilakukan oleh ZALORA pada akhir 2020, terdapat temuan data bahwa 90 persen customer mereka sudah aware dengan masalah-masalah lingkungan yang ditimbulkan oleh industri mode. Dan, beberapa persen di antaranya juga menyatakan kesediaannya untuk membayar lebih banyak biaya demi mengakses fashion berkelanjutan sustainable fashion.Ria menyampaikan upaya-upaya yang telah dilakukan bisnis pakaian ready-to-wear untuk mendukung konsep sustainable fashion. Ia mengatakan, "Pandemik membuat kita lebih terbuka dengan isu itu. Dunia fashion juga jadi lebih cepat berkembang". Sudah beberapa tahun lalu berlalu sejak Cotton Ink merilis program RecycleYourCOTTONINK. "Dua tahun lalu, kami mengumpulkan sekitar 500 kg pakaian dan disumbangkan. Kita pergi ke daerah Nusa Tenggara Timur NTT dan ternyata itu membawa kesenangan untuk masyarakat di sana," ujarnya lagi sambil tersenyum. Baca Juga Kreatif, Seorang Desainer Buat Karya Fashion dari Limbah Jeans 4. Ini prediksi tren fashion 2022 menurut Alvasus. Simak baik-baik, ya!Liputan "Media Gathering ZALORA Mega Sale", Kamis 2/12/2021. IDN Times/Tyas Hanina Alvasus selaku fashion stylist ternama menyampaikan beberapa pengamatannya terhadap tren fashion di Indonesia selama setahun belakangan. "Kita bisa melihat tren-tren di media sosial itu mengarah ke pakaian yang sifatnya comfortable dan essentials. Pilihan bajunya itu benar-benar bisa dipakai sehari-hari, simpel, serta minimalis," ujarnya. Alvasus juga menuturkan, "Pelan-pelan masyarakat udah mulai kembali bereksperimen dengan fashion. Udah lebih perhitungan ketika berbelanja. Bukan cuma soal aspek sustainability, tapi juga kualitas dan ketahanan produk itu saat digunakan". Selain itu, ia pun menuturkan prediksi tren mode yang akan hadir di tahun 2020 mendatang. "Aku melihat bahwa tren fashion akan jauh lebih berani. Mulai dari pilihan warna, model pakaian, serta aksesori yang berbeda dari tren-tren sebelumnya yang kita miliki," ungkapnya. Pendapat yang sama juga diungkapkan oleh Ayla Dimitri selaku fashion enthusiast. Ia mengatakan, "Aku perhatikan orang-orang udah mulai eksplorasi dengan karakter mereka. Sekarang mereka udah bisa memilih fashion items yang paling sesuai dengan dirinya". Kalau kamu, gaya fashion seperti apa sih yang coba kamu explore di tahun ini?5. Tren fashion dari Korea Selatan masih punya pengaruh yang besar di tanah airLiputan "Media Gathering ZALORA Mega Sale", Kamis 2/12/2021. IDN Times/Tyas Hanina "Aku lihat tren yang akan hadir di 2020 itu adalah newly adapted trend oleh KDrama," ujar Ayla. Ia memberikan beberapa contoh fashion items yang akan populer, mulai dari kemeja berkerah lebar, pakaian berwarna cerah, sampai gaun juga mengamati pengaruh paparan musik KPop terhadap pengaplikasian tren fashion di dunia. "Mulai dari celana pendek sampai high waisted pants," ujarnya. Terakhir, di acara media gathering ini, Alvasus juga membagikan tips belanja untuk kamu yang pengen tampil lebih modis di tahun mendatang. Ia mengatakan, "Kita list dulu barang-barang esensial yang kita belum punya. Penting banget nih untuk membangun gaya fashion kita atau staple wardrobe". Tips and trick ini bisa kamu terapkan nanti, nih!Itu dia rangkuman acara Media Gathering ZALORA Mega Sale. Sepertinya pengembangan tren fashion di tahun depan akan semakin seru, nih. Duh, gak sabar! Baca Juga Prediksi Tren Fashion Tahun 2022, Warna Kalem dengan Gaya Versatile Home Fashion Satyawati Beautynesia Kamis, 06 Jul 2017 0830 WIB Fashion, tanpa disadari, telah menjadi bagian hidup sejak dulu kala. Pemilihan pakaian, aksesoris, dan lainnya membuat penampilan menjadi menarik. Kira-kira bagaimana ya fashion trend di Indonesia dari masa ke masa? Yuk, simak 1920an hingga 1930anPada tahun ini, Indonesia masih di bawah kekuasaan Belanda. Oleh sebab itu, terdapat beberapa perbedaan tata busana pada orang pribumi dan orang Belanda. Biasanya, orang pribumi menggunakan kebaya lengkap dengan kain dan selendang yang diselempang. Intinya, pada masa ini identik dengan kain-kain tradisional yang dijadikan pakaian sehari-hari oleh masyarakat Indonesia pada masa itu. Tahun 1950Fashion trend Indonesia mulai bergerak sejak kemunculan desainer senior Peter Sie ke dunia fashion Indonesia. Pada tahun ini, fashion di Indonesia juga banyak terpengaruh oleh fashion dunia. Pada masa ini, gaya "new look" telah meresap ke mana-mana termasuk di Indonesia. Desainnya yang kebanyakan bergaris A-Line, membuat tampilan menjadi lebih edgy. Tahun 1980anSelanjutnya, pada tahun 1980an, Indonesia mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan. Selain karena semakin banyak desainer bermunculan, majalah serta perfilman di Indonesia juga sedang giat-giatnya. Pada masa ini, fashion di Indonesia mulai beragam. Mulai dari dress, kemeja, bahkan baju yang lumayan sexy. Tahun 1990anMasa ini merupakan masa yang paling berjaya di dunia fashion Indonesia. Sebab, berbagai bidang sedang berkembang pesat, terutama bidang seni, seperti majalah, perfilman, musik, dan sebagainya. Pada masa itu, denim dan kemeja kotak-kotak menjadi salah satu ikon-nya. Tahun 2000anBerbagai tren berkembang pada saat ini. Banyak orang sudah mulai mengeksplorasi berbagai tren dan gaya. Pada awal tahun ini, masih terpengaruh tahun 1900an yaitu denim dan kemeja. Ditambah dengan gaya emo dan gothic yang serba hitam. Tahun 2010anTentu tidak perlu dipertanyan lagi bagaiaman fashion trend pada masa ini. Berbagai inovasi banyak bermunculan. Begitu pula dengan berbagai brand, terutama local brand milik Indonesia. Fashion tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang tidak menjanjikan di masa sekarang, justru sebaliknya. ebn/ebn Komentar Belum ada yang pertama memberikan komentar. RELATED ARTICLE Manusia sudah mengenal fashion dari berabad-abad lalu. Diawali dengan pakaian-pakaian sederhana yang terbuat dari kulit kayu ataupun kulit binatang. Kemudian seiring dengan perkembangan peradaban manusia, maka cara berpakaian mereka pun semakin berubah dan menjadi lebih baik dan lebih baik lagi dari sebelumnya. Manusia mulai mengenal kain dan menciptakan sebuah baju yang lebih layak dan lebih bisa melindungi mereka dari cuaca. Masyarakat Eropa dan Amerika adalah masyarakat yang sangat concern dengan perkembangan fashion mereka. Meski pada awalnya fashion Eropa dan Amerika lebih menitikberatkan pada perkembangan baju para laki-laki namun, kedepannya perkembangan fashion wanita ternyata jauh lebih pesat dari yang dibayangkan. Semakin lama fashion wanita menjadi terpengaruh pada image kecantikan yang terjadi pada masa tertentu. Pada abad XV, citra wanita keibuan menjadi tolok ukur kecantikan, sehingga fashion yang berkembang pada masa itu adalah model gaun yang bertumpuk-tumpuk, dengan garis bulat melingkar tubuh dan menekankan perhatian utama pada dada dan perut, serta di dominasi warna-warna kuat dan terang. Fashion berkembang pada abad ke XIX, dimana kain bertumpuk-tumpuk dan warna terang mulai ditinggalkan. Wanita pada jaman tersebut akan dikatakan cantik apabila mereka memiliki image rapuh. Maka tumbuhlah fashion yang menggambarkan kerapuhan wanita. Dengan pemilihan kain tipis yang mudah rusak beserta warna-warna pucat, benar-benar menggambarkan kerapuhan wanita yang sesungguhnya. Ditambah lagi belahan dada yang sangat rendah yang membuat wanita gampang sekali terserang flu pada saat musim dingin. Sekitar tahun 1830-an munculah fashion yang bermaksud hendak melindungi wanita dari cuaca, maka lahirlah korset pada masa itu. Korset sebagai pakaian yang berfungsi sebagai pakaian dalam wanita memang dapat melindungi wanita dari cuaca, tapi dampaknya, si pemakai akan sangat tersiksa dengan ketatnya korset yang mereka pakai. Korset pun sebenarnya memiliki perkembangannya sendiri, di mulai dari korset yang memiliki penyangga dari besi, hingga kemudian berubah menjadi tulang ikan hiu, namun kesemuanya adalah bahan-bahan yang tidak benar-benar membuat wanita merasa nyaman. Wanita cantik pada masa ini masih digambarkan wanita yang lemah dan tidak berdaya, wanita dengan perut yang sangat langsing dengan korset yang menekan, dan wanita yang mudah pingsan untuk menarik perhatian lawan jenisnya. Hal ini juga yang digambarkan Margaret Mitchell pada novel-nya Gone with the Wind. Yang mana sosok wanita cantik dan menarik perhatian adalah wanita yang lemah dan tidak berdaya. Namun sebenarnya tidak semuanya, itu hanya penggambaran sosok wanita Amerika awal abad ke-20 yang tinggal di Amerika bagian Selatan. Sementara untuk para wanita Amerika yang tinggal pada Amerika bagian Utara tidak memiliki streotipe seperti demikian. Hal ini dikarenakan kultur Amerika Utara yang mana masyarakatnya adalah masyarakat pekerja, begitu pula dengan para wanitanya. Hal ini terlihat pada penggambaran karakter pada novel Little House on the Prairie, karya Laura Ingalls Wilder. Di sini digambarkan bahwa para wanitanya cukup mengenakan baju kerja seadanya dan hanya menggunakan baju-baju indah yang dirasa perlu hanya pada saat moment-moment tertentu. Masa-masa ini adalah masa pada awal abad ke-20, wanita sudah mulai mengeksplosasi dan membebaskan gay berpakaian mereka, tapi korset masih belum bisa ditinggalkan. Masa ini disebut masa “Belle Epoque” atau yang biasa disebut gaya ala perancis, menitik beratkan pada siluet S-bend atau menonjolkan dada dan pinggulnya, dan masih dihiasi payet-payet serta renda-renda di sekitarnnya, sehingga masih terkesan nampak boros dn tidak paktis. Memasuki tahun 1920-an, fashion sudah memihak pada wanita, korset-korset mulai ditinggalkan, sementara potongan baju sudah berubah menjadi di longgar dan tidak menyiksa, celana panjang pun mulai dikenakan yang diawali dengan yang berbentuk kulot. Wanita tidak perlu lagi merasa tersiksa dengan b aju yang ketat dan berat. Berbicara mengenai perkembangan Trend Fashion di Indonesia, tidak terlepas dari nama-nama desainer atau perancang busana dan peristiwa yang terjadi pada masa perkembangan dunia fashion Indonesia. Secara historis, sejak 700-1000 SM, tekstil dan kain telah didokumentasikan sebagai salah satu produk penting yang dipertukarkan atau diperdagangkan antara bangsa-bangsa dan kerajaan di Asia Tenggara. Sebagai contoh, Kerajaan Sriwijaya Palembang memperdagangkan sumber daya alamnya untuk untuk ditukar dengan sutra dan gerabah dari Cina, dan dengan India, mereka menukarkannya untuk kapas. Definisi Tren Fashion Definisi Fashion adalah setiap mode pakaian atau perhiasan yang populer selama waktu tertentu atau pada tempat tertentu. Istilah fashion sering digunakan dalam arti positif, sebagai sinonim untuk glamour, keindahan dan gaya atau style yang terus mengalamai perubahan dari satu periode ke periode berikutnya, dari generasi ke generasi. Juga berfungsi sebagai refleksi dari status sosial dan ekonomi, fungsi yang menjelaskan popularitas banyak gaya sepanjang sejarah kostum. Fashion atau mode semakin menjadi industri yang menguntungkan di dunia Internasional sebagai akibat dari munculnya rumah-rumah mode terkenal di dunia dan majalah fashion. Trend dan musim fashion sebagian besar didorong oleh perancang busana yang membuat dan menghasilkan artikel pakaian. Dalam hal ini istilah Bisnis Fashion akan digunakan dalam arti bisnis yang berhubungan dengan pakaian modis atau pakaian sebagai industri kreatif yang diciptakan dan diproduksi oleh perancang busana. Tidak ada yang menyangkal bahwa karya perancang busana memiliki kontribusi besar untuk industri garmen, karena saat ini para pengusaha garmen akan perlu menggunakan keahlian para desainer untuk selalu up to date agar tidak ketinggalan dengan trend fashion dunia. Titik Awal Perkembangan Fashion Indonesia Perkembangan Trend Fashion di Indonesia sangat dipengaruhi oleh budaya Eropa dan Asia terutama Busana Korea belakangan ini. Fashion di Indonesia telah berkembang dengan baik dalam sejarah. Sejak munculnya Non Kawilarang dan Peter Sie , pada tahun 1960, dunia mode Indonesia telah menunjukkan potensi dan bakat yang luar biasa. Dalam perkembangan awalnya Fashion Indonesia cenderung meniru gaya barat baik dalam bahan yang digunakan maupun desain. Secara usia, orang tua di Indonesia umumnya lebih nyaman dengan kostum tradisional seperti kebaya, terutama untuk menghadiri acara khusus, berbeda dengan usia muda yang lebih sering tampil dengan mode gaya barat atau gaya busana korea. Sejak saat itu busana tradisional secara harmonis berkembang sama baiknya dengan desain gaya barat hingga saat ini. Tahun 1970 merupakan awal kemunculan dari Iwan Tirta, Harry Dharsono, Prajudi, Poppy Dharsono dan Ramli yang telah memberikan signal dalam Dunia Fashion Indonesia kepada dunia internasional melalui penciptaan mereka dan parade fashion di dalam maupun di luar negeri. Dalam dekade tersebut, dunia fashion Indonesia mencatat kemajuan yang cukup besar. Upaya dan kerja keras dari para desainer muda didukung oleh terbitnya majalah wanita “Femina”, majalah wanita baru yang dimulai penerbitan pada tahun 1972, yang banyak memberikan perhatian serius terhadap dunia mode dengan menghadirkan berita trend fashion dunia, sehingga memberikan spektrum yang lebih luas untuk fashion nasional di era ini. Pia Alisjahbana merupakan wanita yang berpengaruh dalam mengelola majalah tersebut dan memprakarsai Lomba Fashion Desainer pertama Tahunan pada tahun 1979. Acara ini menjadi peristiwa penting yang berhasil mencetak banyak desainer muda berbakat seperti Samuel Wattimena, Chossy Latu, Carmanita, Edward Hutabarat, dan Stephanus Hamy, menambah daftar desainer yang ada seperti Arthur Harland, Susan Budiarjo, Thomas Sigar, Dandy Burhan, Adrianto Halim, Corrie Kastubi, Ghea Panggabean, Biyan, Raizal Rais dan Itang Yunaz. Nama mereka telah menjadikan titik sejarah untuk pengembangan industri fashion Indonesia. Pada masa itu, peluang besar bagi perancang busana untuk mengembangkan design-nya disupport oleh Pemerintah Indonesia. Departemen Perdagangan misalnya, mereka terlibat dalam pameran internasional, pameran perdagangan, serta misi budaya, terutama di negara mode terkemuka seperti Amerika Serikat, negara-negara Eropa dan Australia.

sejarah perkembangan fashion di indonesia